Daging Kijang, santap sahur di tanah Borneo

IMG_6596

          23 Jam menjejak tanah Borneo, ini masa sahur pertama di kampung halaman. Ibu memasak hidangan daging kijang lada hitam dengan campuran jamur kuping dan irisan kubis segar. Daging kijang diperoleh dari hasil berburu warga atau dengan perangkap yang dipasang di area perkebunan sawit. Dulu sekali ketika aku masih kecil, saat jalan-jalan di pagi hari sering kali bertemu dengan rombongan pemburu kijang. Kijang hasil tangkapan dibawa dengan cara digantung pada tongkat dan dipapah oleh 2 orang. Lepas masa SMP, aku pergi merantau untuk studi dan pulang hanya pada saat libur Ramadhan dan kenaikan kelas. Ketika itu daging kijang tidak selalu dijumpai pada bulan-bulan saat aku pulang ke rumah. Nah, istimewanya liburan kali ini begitu pulang olahan daging kijang sedia manjakan lidah. Berikut resep daging kijang lada hitam dari dapur ibu:

Bahan:

500 gram daging kijang direbus hingga lunak

250 gram jamur kuping segar

250 gram kubis, diiris besar

1-2 buah cabai hijau, iris

4 siung bawang merah

6 siung bawang putih

1 sdt lada hitam

2 sdm tepung maizena, larutkan

2 sdm kecap manis

2/3 sdm garam

2 sdm minyak makan untuk menumis

prosedur:

1. Tumis bawang merah dan bawang putih yang telah digeprak hingga harum. Masukkan daging lalu aduk rata.

2. Masukkan jamur kuping lalu aduk rata, masak selama 10 menit. Kemudian tambahkan lada hitam, garam, kecap manis, dan maizena, aduk.

3. Tambahkan irisan cabai hijau dan kubis lalu aduk rata kemudian angkat.

4. Sajikan dengan nasi panas.

Untuk 4 porsi

             Kijang merupakan kerabat dekat rusa dari genus Muntiacus, banyak tersebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, demikian pula di Nusantara. Disebut juga dengan nama muncak, menjangan atau rusa hutan. Kijang biasa, Muntiacus muntjak atau kijang merah hidup tersebar di kepulaun Nusantara. Adapun kijang berwarna emas, Muntiacus atherodes adalah salah satu hewan endemik Kalimantan, jenis ini hanya hidup tersebar di Kalimantan, Indonesia. Perkiraan total spesiesnya belum diketahui, namun pada tahun 2008 Kijang Emas Kalimantan masih berstatus Least Concern atau beresiko rendah terhadap kepunahan menurut IUCN Red List 2008. Kemungkinan ancaman serius terhadap jenis ini dapat berasal dari perambahan hutan, alih fungsi hutan, kebakaran hutan yang menyebabkan berkurangnya luas habitat bagi Kijang Emas Kalimantan. Perburuan kijang oleh penduduk setempat dapat pula menyumbang dampak berkurangnya populasi kijang emas meski tak sebesar ancaman lainnya. Namun jika berkurangnya populasi dan luas sebaran geografis kijang emas ini, maka status konservasinya dapat saja meningkat menjadi rentan yang kemudian terancam punah. Semoga saja tidak ya, sehingga aku masih bisa berharap pembaca dapat mencoba resep di atas ^_^.

Kijangimages

Source:

dishut.tabalongkab.go.id

http://id.wikipedia.org/wiki/Muntiacus_atherodes

http://gotaufikblog.blogspot.com/2013/02/kijang-kuning-kalimantan-muntiacus.html

http://www.antaranews.com/berita/313812/kijang-emas-diduga-masih-ada-di-kalimantan

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: