Memahami prinsip-prinsip hidup

Assalamualaikum,

Posting kali ini tentang kegiatan asistensi, yaitu praktikum mata kuliah Pendidikan Agama Islam yg disingkat PAI. Kegiatan praktikum dilaksanakan berkelompok, 13-15 mahasiswa dengan seorang asisten. Asisten adalah seorang kakak tingkat yg mendampingi sebagai fasilitator, narasumber, sekaligus evaluator kegiatan. Konten kegiatan berisi diskusi serta praktik keseharian kehidupan beragama seorang muslim. Topik asistensi minggu ini adalah tentang mengambil hikmah dari kisah umat terdahulu serta tadabur alam.

Melalui kisah kita dapat belajar banyak tentang suatu fase waktu dengan karakter manusia sebagai objeknya. Berbagai karakter manusia yg muncul beserta akhir dari sebuh siklus hidupnya tersebut dapat diceritakan dalam waktu sesaat, sekali duduk. Itulah manfaat bagi tiap-tiap pribadi yg mau mendengarkan dan mengambil pelajaran.

Kegitan selanjutnya adalah tadabur alam. Setiap anggota kelompok asistensi kemudian beranjak sejenak mengamati kehidupan di sekeliling mereka. Lantas satu persatu kemudian menuangkan makna yg terkandung dalam sebuah tulisan, foto juga dengan cara bertutur, makna apa yg telah dapat mereka sarikan.

Berikut adalah poin-poin yg merupakan prinsip-prinsip hidup, disarikan dari kata per kata melalui kalimat yg telah berhasil mereka susun, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua:

1. Tentang tekad/azzam

2. Syukur

3. Proses berhikmah

4. Penghargaan

5. Berbagi

6. Kesabaran

7. Keteguhan

8. Tanggungjawab

9. Manfaat

Berikut kumpulan foto-foto yg diambil oleh masing-masing anggota:

Selanjutnya aku akan bicarakan bab teknis. Tentang bagian yg dapat diusahakan seorang asisten saat asistensi berlangsung:

              Al-Qur’an: sumber ilmu yg tiada batas untuk dikaji. Menandai ayat-ayat yg akan dibahas sesuai dengan topik asistensi minggu ini adalah sebuah persiapan yg dapat membantu lancarnya diskusi. Agar diskusi topik tak kering dari mengingat Allah.

IMG_7599

         Flip Card: adalah alternatif pilihan seorang asisten untuk menjangkau tanya-tanya yg tersimpan di benak adik-adik. Kita dapat menyiapkan kartu yg kemudian diisi oleh pertanyaan yg ketika itu paling ingin mereka tanyakan. Terlepas apakah asisten nantinya dapat menjawab, mengusahakan solusi, atau hanya dapat mengomentari. Melihat karakter anggota kelompok yg tidak semuanya melontarkan pertanyaan maupun waktu asistensi yg terbatas, pilihan ini dapet dicoba.

IMG_7639             “Knows their feeling”, terkadang hal ini luput dari pengetahuan jika hanya mengandalkan perhatian terhadap body language. Kita dapat meminta mereka menggambarkan dengan tulus apa  yg sedang mereka rasakan hari ini. Biasanya aku lakukan di akhir asistensi, tepat sebelum kegiatan ini disudahi. Kedepannya, melalui secarik kertas ini kita akan terbantu dalam melakukan evaluasi maupun menyusun rencana penyampaian asistensi pada minggu selanjutnya.

IMG_7640

Demikian tulisan ini diselesaikan, semoga bermanfaat.

“Hikmah itu terserak, siapa yg menemukannya maka dialah yg paling berhak memanfaatkannya” -Pepatah-

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: