Secuil kisah titipan dari “Kota Malang”

Tunai sudah janji ini:D

Memulai setiap tulisan adalah sebuah kesenangan, tumpah ruah segala inspirasi yang hendak dituangkan di dalamnya. Tulisan ini untuk inspirasi yang telah aku jumpai ketika berkesempatan mengunjungi seorang sahabat di Kota Malang, Naila Azizah.

       Hari terakhir di kota “es”, begitu aku menggambarkan betapa dingin air di sana, adalah hari untuk perjalanan meninggalkan Kota Malang. Stasiun kereta belum ramai antrian, beberapa orang sedang duduk-duduk di ruang tunggu. Aku, setelah turun dari angkot masih sibuk menimbang-nimbang, cara aman paling nyaman untuk sampai ke kota tujuan berikutnya, Solo. Beberapa panggilan telepon, obrolan singkat, balasan sms, dan penjaga loket kereta, yang semuanya serba cepat akan aku ceritakan lain kali. Setelah ini kami, aku dan Naya* menuju Masjid Agung Kota Malang, dan disinilah pusat kisah itu berada.

IMG_2789                                               Pic 1. Lalu lalang kendaraan di depan stasiun Malang, dinamis sekali

IMG_2668

Pic 2. View cantik, perjalanan menggunakan becak. Tampak masjid dan gereja bersisian

           Masjid Agung Kota Malang tidak jauh dari stasiun Malang (baru), dapat dicapai dengan menumpang becak selama 10 menit. Letaknya yang berdampingan dengan gereja tidak berarti akan rebutan pengunjung, tentu saja. Sebelumnya akan aku ceritakan bagaimana aku terkagum-kagum ketika sampai di Masjid ini.

IMG_2670

Pic 3. Masjid ini sedang direnovasi waktu itu

            Masjid Agung Malang sedang direkonstruksi ketika aku tiba saat itu. Bangunan ini diperluas dari sayap kanan. Masjid ini memiliki dua pintu masuk dari arah depan, pintu sebelah kiri langsung menuju bagian masjid yang dikhususkan untuk ikhwan, demikian pula sebelah kanan, langsung menuju tempat wudhu wanita. Pada sisi sebelah kanan, terdapat ruang produksi air mineral. Masjid Agung Malang mengolah dan mengemas secara mandiri, air mineral yang dibagikan gratis untuk para jamaah.

           Ornamen masjid di bagian dalam berwarna coklat dengan kontur kayu jati khas jawa pada sebagian besar komposisi interior masjid. Lampu bergaya belanda dapat ditemukan di sisi sebelah dalam dan luar masjid, juga jam gadang yang badannya terbuat dari kayu berdiri tegak di bagian shaf wanita. Bagian lain dari masjid ini seperti ruang wudhu wanita dibangun lebih modern. Secara keseluruhan masjid Agung Malang tampak modern dengan tetap mempertahankan sentuhan tradisional pada ruang shalat utamanya.

IMG_2672

                                               Pic 4. Kalau dilihat dari depan

Tentang Masjid Agung Kota Malang. Nah ini kisahnya:

            Tiba di Masjid kami langsung mencari ruang wudhu jama’ah putri, melewati pintu air kemudian anak tangga. Surprise karena segera disambut oleh ibu paruh baya dengan sapaan hangat dan sebotol air mineral. Nah karena seringnya air mineral itu dijadikan bahan danusan kalau dikampus (danus=DIJUAL sebagai dana usaha), jadi balik bertanya pada ibu itu “berapa bu?” Eh taunya ibunya tertawa saja kemudian pergi dipanggil salah seorang petugas lain. Mengekor lah aku pada ibu tadi, masih terheran-heran. Ibunya balik badan kemudian bertanya, “Kenapa dik, mau sabun?” Nah lho, baru hendak tanya soal air mineral sudah ditawarkan sabun.

IMG_2693

  Pic 5. Ibunya mau juga difoto hehe

         Singkat cerita, di Masjid Agung Kota Malang ini terdapat pengolahan air mineral sendiri. Sehingga dapat dibagikan gratis untuk jama’ahnya yag datang ke mari. Termasuk air tadi, berikut sabun batang yang ditawarkan ibu tadi, dibungkus dalam ukuran mini dan dibagikan gratis pula buat jama’ah yang hendak mampir mandi.

             Keramahan, santun, bersih, indah, dan wangi. Kesan ini tertinggal dihati aku pribadi. Jika melihat bagaimana seharusnya masjid, ikon rumah ibadah kaum mukmin. Lihatlah Masjid Agung Kota Malang ini:D

       IMG_2756

Pic 6.  Sebelum melanjutkan kembali perjalanan, lepas dzuhur

          Oya, kata Naya kalau mau makan bakso malang di Malang, gak ada yg jual “bakso malang”, hehe

IMG_2760

di tempat aslinya, bakso malang tetap disebut bakso, kelezatannya yg membuat bakso dari malang bisa ditemukan di kota-kota lainnya, di seluruh Indonesia. Dan disebut “bakso malang”. Hehe

IMG_2774

 

dan kembali ke stasiun by becak untuk menanti kereta, perjalanan ke kota berikutnya>

 

 

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: