Marka Usia

Usia manusia (intl.)
Usia manusia (intl.)

Assalamualaykum saudara-saudariku:-)

Semoga Allah menyayangimu selalu,

Kali ini post tentang usia manusia bumi, penutup perenungan 1 hari lagi yg telah terlampaui di usia #22fenomenal. Disebut #22fenomenal begini, karena aku memeng menjadikan usia sebagai marka. Marka untuk topik besar yang aku bawa ke dalam hidup setiap tahunnya (2 tahun sebelumnya: “#youngLady”:-)

Tentang ritual perayaan tahun berulang untuk setiap tanggal yg sama di setiap tahunnya, ada positif ada negatifnya. Positif karena biasanya 1 hari full kita dapatkan banyak ucapan selamat dan do’a (do’a nya ini penting sekali) padahal untuk mendo’akan gak ada hari khususnya juga kan ya, hehe. Negatif, karena perayaan seperti ini menyangkut aqidah, tentu saja.

Imajinasiku sampai pada renungan akan usia, manusia bumi dan manusia surga. Barangkali karena rentang waktu hidup yg pendek dan terbatas, merayakan momen kelahiran di setiap tahunnya adalah hal yg langka. Bagaimana dengan usia manusia-manusia penghuni surga? Mungkin tidak ada yg istimewa dengan hari yg berulang setiap tahunnya? Siklus hidup penduduk surga terhenti hanya di batas usia muda-mudi, demikian setiap harinya semakin bertambah-tambah saja kenikmatannya. Adakah mereka lupa punya usia berapa?

Human life sycle (intl.)
Human life sycle (intl.)

Nah, bagaimana dengan marka usia?

Marka atau penanda, seperti namanya, berfungsi untuk menandakan telah seberapa jauh kita berjalan di dalam kehidupan ini. Seberapa banyak pelajaran yg mampu kita ambil dan manfaat yg dapat kita berikan. Berapa banyak pencapaian-pencapaian yg masih terus kita kejar dan cita-cita yg belum terwujudkan. Usaha apa saja yg sedang kita persiapkan untuk menyambut masa depan. Sehingga usia adalah marka.

Setiap orang akan berbeda menyikapinya, masing-masing ruh kita bebas membawa jasad, menggunakan hati dan akal nya di dalam mengarungi kehidupan ini. Kelak ketika bentuk fisik kita sudah habis masa peminjamannya, tentulah kita akan pulang. Lagi-lagi ini pilihan, sederhananya seperti merencanakan mudik lebaran, pulang ke kampung akhirat ini, neraka atau surga? Memilih melibatkan Allah dalam segala hal adalah pilihan. Pilihan meletakkan ridha-Nya sebagai suatu pencapaian atas setiap tujuan. Pilihan.

Jika kehidupan ini begitu singkat, maka berikan marka untuk waktu yg sudah terlampaui, untuk tema besar kehidupan yg kita bawa, sebagai pengingat sebagai pelecut semangat. Berikan marka, jadikan alarm, untuk cita-cita, untuk kerja, produktifitas dan kontribusi yg belum sepenuhnya kita lakukan. Mengambil bagian dalam jaringan kehidupan, menyalurkan energi kebaikan, hingga pada akhirnya kita tak sadar telah berapa banyak relung kehidupan yg kita masuki dan menjadi identitas kita sebagai manusia. Inilah yg akan membentuk karakter, mengantarkan kita pada hikmah yg terserak di kehidupan ini.

Sampai saatnya nanti, marka usia ini hanya akan menjadi sub-bab cerita nostalgia penduduk surga. “Mereka berada di atas dipan-dipan yg bertahtakan emas dan permata. Mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yg tetap muda. Dengan membawa gelas, cerek, dan sloki berisi minuman yg diambil dari air yg mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan apapun yg mereka pilih, dan daging burung apapun yg mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata indah, laksana mutiara yg tersimpan baik. Sebagai balasan atas apa yg mereka kerjakan” (al-Waqi’ah: 16-24).

Bogor, 19 Maret 2014

Alhamdulillah ala kulli syaiin

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: