Lebih dari sekedar “sup tahu”

Bismillah,

Memasak. 3 suku kata yg terlintas: ibu, masakan, dapur penuh aroma. Benar tidak?

Memang memasak pada umumnya identik dengan kegiatan ibu, oma, remaja-anak putri (merujuk kepada wanita).

Siapa tahu melalui memasak, justru kemampuan motorik halus anak dapat dikembangkan dengan baik sejak dini?

Oii, tentu saja

dan mengingatkanku pada masa kecil menyenangkan bersama ibu 🙂

Kita mulai dari merencanakan menu makanan. Ibu bertanya tentang menu apa yg akan disiapkan untuk hari ini. Dari sini anak belajar mengungkapkan pendapatnya, berdiskusi dan mendengarkan apa yg juga diinginkan orang lain, kemudian membuat keputusan. Dari sini kepercayaan diri seorang anak tumbuh ketika pendapatnya dihargai. Benar begitu? 🙂

Saat menyusun daftar belanja. Fungsi daftar belanja ini krusial sekali lho. Menjadi ibu yg efektif dan efisien dengan mem-plotkan daftar barang yg hendak dibeli sesuai jenisnya: rempah, sayur buah, ikan daging, sembako. Sementara anak belajar memetakan, melatih daya asosiasinya terdahadap daftar belanja dan menggolongkannya kepada jenis dan tempat di bagian mana barang tersebut dapat ditemukan.

Berbelanja. Yg ini pasti setuju, bahwa belanja itu memang menyenangkan! hehe.. Nah, saat belanja (pengalaman nih) terkadang kan gak semua yg kita butuhkan itu dapat diperoleh. Ada juga yg memang stoknya sedang kosong, ada pula yg “ada” namun kondisinya tidak sesuai harapan. Saat-saat ini lah anak akan diajak belajar untuk berpikir komplementer, kira-kira bagaimana jika tidak ada? Apa ya gantinya? Mencari alternatif, berpikir kreatif, problem solver. Kelak ketika dewasa ada banyak sekali masalah di luar sana, dan hey! Semua itu selalu ada penyelesaiannya. Dari sini anak akan belajar melihat jalan keluar dan kreativitas sungguh merupakan modal utamanya.

Memasak. Ini nih bagian intinya, dan benarkah identik dengan feminin? (Tidak juga lho..) Saat memasak ada prosesnya, diantaranya seperti menyiapkan bahan (menakar, mengiris, memotong), menyiapkan alat masak, memasak, menghidangkan. Anak-anak secara tidak langsung telah belajar menyiapkan makanan secara sistematis. Bagaimana suatu bahan mentah dapat  menjadi makanan sedap lezat. Biarkan bagian-bagian ringan dan tidak membahayakan dilakukan oleh anak. Berikan tanggungajawab menyelesaikan potongan wortel, membuat tahu berukuran dadu. Beri kesempatan mengolah bahan makanan hingga masak, tentunya di bawah supervisor sang ibu 🙂 Dan lihatlah, kemampuan motorik halusnya akan berkembang. Jangan heran jika suatu ketika menemukan anak dapat menyelesaikan potongan dadu dengan rapi, ketipisan wortel yg seragam! Apresiasi, ini membangun jiwa optimisnya dan mendorong ia menjadi amanah dalam tanggung jawab. Dan biarkan anak menambahkan garam, gula, atau bumbu halus lainnya. Intuisinya akan berkembang untuk lebih peka dalam menakar, merasakan.

Saat menyajikan makanan. Banyak hal dapat dilakukan untuk menghidangkan makanan dengan menarik, improvisasi. Anak akan belajar agar tak lekas puas, dan menuntaskan pekerjaan dengan penuh dedikasi. Masakan, biarkan kita, ibu dan anak menikmati hasil karya bersama ini.

Oya, terkait judul di atas. Tadi sore selepas latihan Thifan po khan menanti hujan yg tak kunjung reda. Walhasil, aku memilih menerobos hujan dan pulang. Sampai kosan, buat ini nih: “sup tahu” (Lebih karena rindu masakan ibu yg hangat).

Ibu: School of life 🙂

sup tahu
sup tahu

SUP TAHU

Bahan:

1 kotak tahu potong dadu

1 potong daging ayam

1 buah wortel

3 lembar kubis

brokoli secukupnya

1 butir tomat merah

2 tangkai daun bawang

1 lembar daun jeruk nipis

Haluskan:

2 siung bawang putih

1 siungbawang merah

garam dan gula secukupnya

tambahkan lada jika suka

prosedur:

tumis bumbu halus hingga beraroma

masukkan air secukupnya

rebus daging ayam hingga lunak

masukkan tahu, kemudian wortel, brokoli dan daun bawang

tambahkan kubis, dan wortel

angkat lalu sajikan

untuk 2 porsi 

dan memang, memasak lebih dari sekedar membuat “sup tahu”, ia membangun karakter 🙂

Iklan

2 thoughts on “Lebih dari sekedar “sup tahu”

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: