aku cemburu

Hanya berbagi, mungkin di luar sana ada juga yg sedang mencari. Sebuah solusi.

Judulnya aku cemburu.

Heran kalau ada manusia yg bisa bilang, “aku gak pernah cemburu” kebas hati kali ya.

Cemburu itu anugerah loh, alasan kita untuk saling menaruh rasa, percaya.

Bagaimana bisa?

Bagini, dulu saat kecil, saat kita berteman (beruntung yg punya sahabat). Sudah lah sering pergi main bersama, punya apa-apa dibagi rata, ada cerita maunya dia yg dikasih tahu lebih dulu, trus berantem hanya karena “rebutan teman” hehe, ya nggak?

Itu cemburunya anak-anak. Biasanya sembuh kalau sudah maapan dan main bareng lagi.

Tapi bukan berarti saat kita dewasa, sifat anak-anak kita hilang. Tetap masih ada. Hanya mungkin lebih halus bentuknya. Gak percaya?

Coba deh, kalau kamu lagi janji sama temen pergi bareng (beruntung yg punya sahabat), trus temen kamu ngaret karena dia masih ngobrol sama temen yg lainnya? Sebelum kamu mengerti apa yg terjadi, ada rasa kesal yg mungkin menjalar di hati, nah.

Lagi-lagi janji, kadang ini soal komitmen, menentukan dalam banyak pilihan sebuah prioritas. Cemburu menjalar juga sampai kemari, saat prioritas kita menjadi nomor kesekian dari teman, haha *ini mah sering, kalii

Ada juga cemburu yg bentuknya masih tulen anak-anak, dialami orang dewasa tapi. Saat temen deket kamu pergi nonton bareng temen yg lain, tapi nggak kasih tau apalagi ngajak-ngajak kamu, hoho

Cemburu, gak sama dengan iri. Menurutku sih. Kalau cemburu itu objeknya “aku”, dan bukan orang lain. Kalau iri itu “orang lain” yg menjadi objeknya dan bukan aku.

Ngebedainnya gimana? Cemburu itu cenderung menuntut kita menakar diri, melihat kedalam diri bagaimana yg “seharusnya”. Sementara iri lebih cenderung menjadikan orang lain penyebab segalanya, karena itu jebakan iri membuat orang, ingin sekali orang lain menderita, atau seenggaknya dia gak dapatin apa yg mejadi “harapan gagal” kita.

Well, gimana nih kalau sudah terlanjur cemburu?

Ya sudah, nikmatin aja, enak kok.

Sekali-kali kita yg bikin orang lain cemburu, biar dinamis hidupnya, hehe

Tapi jawaban yg seriusnya juga ada kok 🙂

Ini nih yg mau aku bagi, buat kamu-kamu yg pencemburu kronis, stadium empat.

Pertama, saat kamu cemburu. Coba deh tengok lagi, itu cemburu apa iri (udah tau kan bedanya)

Kedua, kalau diagnosa kamu benar itu cemburu, obatnya tarik napas dan adukan pada Tuhan. Minta agar Ia mau menolong kamu buat melewatinya dengan baik.

Ketiga, cobalah bersikap dan merespon dengan adil, karena kita bertanggungjawab terhadap perasaan kita pribadi, dan buat kamu yg care kita juga seharusnya bertanggungjawab terhadap perasaan teman-teman kita. Jangan sampai perbuatan kita justru menjerumuskan diri dalam iri yg membakar, hingga berhasrat untuk menyakiti orang lain. Sengaja maupun tidak.

Demikian tips mengelola rasa cemburu, semoga manfaat.

Bersambung..

Salam everyone 🙂

 

 

 

 

 

 

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: