Provokator inspirasi!

… dengan jalan ini aku ingin menjadi.

 “mereka yg bahagia selalu merasa kelebihan energi, sehingga mampu menyelesaikan lebih banyak lagi pekerjaan, mewujudkan mimpi” –kutipan bebas

Kisah tentang anak perempuan yg pemberani, bersemangat, kuat tekadnya, tak mudah takluk dengan segala terpa gelombang kehidupan. Ia hidup bebas, tanpa kekangan, tanpa terpaksa. Tumbuh dengan kematangan jiwa, keluasan pemikiran, dan ya! Ia muda, produktif, inspiratif. Gagasannya tentang kehidupan menyebar dalam lingkungan tempat ia tumbuh, mendunia, menginspirasi!

Bagaimana bisa?

Inspirator kah ia?

Sebagaimana motivator yg menggugah semangat orang lain, membuat orang lain memiliki alasan untuk bergerak. Tapi motivator bukanlah orang yg menciptakan alasan atau semangat.

Demikian pula dengan inspirator, ia menginspirasi tapi ia sama sekali tidak menciptakan ide di kepala orang lain.

Masing-masing orang memiliki pabrik bernama otak yg dapat mengolah informasi dan menghasilkan gagasan, inspirasi.

Karena itu, baik motivator maupun inspirator, aku sepakat menyebutnya sebagai provokator. Orang yg “memprovokasi”. Memprovokasi agar orang lain mendapatkan semangatnya, memprovokasi agar orang lain menciptakan ide di kepalanya,  bagaimana menurutmu?

Provokator. Itu kata yg paling cocok, rasanya 🙂

So, dengan alasan inilah judul tulisan dibuat.

Minggu (27/04/2014) bunda Asma Nadia hadir di Explo Science. Talk Show yg digelar oleh departemen Sains dan Teknologi, BEM FMIPA IPB. Nah, tulisan ini niatnya buat oleh-oleh bagi teman-teman yg gak berkesempatan  hadir.

dan bunda Asma Nadia inilah, salah satu provokatornya!

Provokator inspirasi 🙂

Bagi Bunda Asma, menulis itu:

Cara kita berbagi, cara kita untuk dapat menolak keburukan, menulis berarti mewariskan, pun dengan menulis kita dapat menghijrahkan galawers2 ke jalan yg benar, hehe

“wacana untuk mulai menulis?” lupakan itu! Jika kamu ingin menulis, ya menulis saja lah! 🙂

Ia menulis,

Karena kebersamaan dengan orang-orang yg dicintai itu terancam akibat rapuhnya usia,

Karena menulis  itu merekam jejak kehidupan,

Karena menulis itu passive income nya pahala,

Karena menulis itu dapat mengubah dunia, meski kamu hanya tinggal belulang di balik tanah,

Karena menulis itu menyembuhkan,

Dengan menulis kamu bisa berada di mana saja, kapan saja, bersama setiap orang yg membaca tulisan-tulisanmu.

Menariknya, bunda Asma sempat menyatakan bahwa menulis itu membuat cantik, ini berdasar pada pernyataan intelektual feminis, Fatima Mernissi. Karena penasaran, aku lantas googling tentang karya-karyanya dan siapakah ia. Penelusuranku sampai pada judul buku “Opening up: The Healing Power of Expression Emotion” karya Dr. James W. Pennebaker, salah seorang guru besar Psikologi University of Texas. Ia menulis bahwa menulis itu dapat membantumu menjernihkan pikiran, mendapatkan dan mengingat informasi baru, menulis membantu memecahkan masalah, mengatasi trauma, dan menulis bebas membantu kita ketika terpaksa harus menulis.

Nah, bagaimana pendapat Fatima Mernissi sendiri? Ia berpikir bahwa menulis itu memang membuat awet muda. Menurutnya, jika setiap hari menulis, maka kulit kita akan tetap segar. Saat kita bangun, menulis meningkatkan aktivitas sel. Melalui coretan pertama yg kita buat di atas kertas, kantung di bawah mata akan segera lenyap dan kulit akan terasa segar kembali. Kamu boleh percaya boleh tidak, toh kalau mau membuktikannya dengan menulis gak ada ruginya kok, malah membuatmu mampu menulis, hehe

Menulis, supaya mudah melakukannya..

Banyak-banyaklah membaca. Bagi pembaca yg siap menulis, membaca berarti siap mencuri ilmu dari penulis. Gimana caranya? Membacalah dengan cerdas, temukan apa-apa yg menjadi pertanyaanmu saat membaca isi buku tersebut. Semakin banyak membaca, pemikiran, pengalaman, kedewasaan penulis akan tampak pada kreatifitas tulisannya.

Sangking pentingnya membaca, bunda Asma sempat melempar joke, “kalau kamu ingin menikah, carilah istri yg gila membaca, jika ingin menikah carilah lelaki predator buku” dan ini membuat satu ruangan penuh gelak tawa.

Karena dengan membaca, wawasan kamu akan bertambah luas, sudut pandangmu tidak sempit, caramu menyikapi hidup semakin bijak, dan yg terpenting, dengan membaca ilmumu gak bakalan jalan di tempat, is always move on 🙂 pentingnya kebiasaan membaca, karena setelah pendidikanmu di bangku kuliah selesai, kamu tetap harus mandiri mendidik pemikiranmu, keluarga, lingkungan, dan bangsamu.

Menulis, supaya mudah melakukannya..

Selalu siap dengan writing tools, pena dan notes. Pasang mata dan telinga, itu artinya kita siap mendengar dan melihat, apa-apa yg terjadi di dalam kehidupan ini. Kemudian tuangkan dalam tulisan. Ikat gagasan-gagasan yg bermunculan, rekam peristiwa-peristiwa menarik dari laboratorium kehidupan. Lantas, tuliskan.

Masih bingung juga, menuliskan apa? Pergilah keluar rumah, amatilah kehidupan ini, deru kendaraan lalu-lalang, setiap orang yg tampak sibuk di keramaian, warna-warna baju yg mereka kenakan, cuaca yg sedang kau perhatikan, orang-orang yg kau ajak bicara, perasaanmu sekarang. Perhatikan, dan kau akan menemukan sesuatu untuk kau bagi, untuk kau tuliskan.

Nah demikianlah, semoga manfaat.

“setiap orang bak sebuah buku. Babak kehidupannya adalah sebuah bab, dan hari-hari yg dilampaui ibarat lembar-lembar halaman.”

kecapiborneo

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: