Pekerja mimpi

kecapiborneo

 

Tengadahlah ke langit, sambil menatap awan berarak, merasakan hembusan angin lembut, dan coba kau pejamkan mata lantas buka dan tatap sekeliling. Lalu lalang orang dengan ragam penampilan. Mengamati setiap pribadi, menelisik setiap citra diri. Unik, menarik. Cenderung mengamati lebih jeli. Matamu hanya akan tertuju, untuk menatap lebih lama, memperhatikan lebih dalam, terhadap sesuatu yg menarik hati.

Paling mudah diamati, adalah keadaan mata kita, ia seperti lensa autofokus. Diantara serbuan milyar informasi cahaya yg masuk ke mata, kita dapat melihat dengan jernih ranum sebuah jeruk diantara tumpukan buah, menemukan punggung orang yg kita sayangi diantara ramainya manusia. Autofokus yg luar biasa. Hanya dengan terbesit keinginan di hati, maka otak segera bekerja, mengalihkan pandangan pada hal yg menarik. Ini laku ketertarikan setiap orang. Unik memang.

Ada sekelompok orang yg hampir selalu mendapatkan apa yg diinginkan. Biasanya ini terjadi pada orang dengan potensi intrapersonal dan interpersonal dominan. Ini yg ingin aku bagi, jika dituangkan dalam bahasa mungkin kurang lebih beginilah cita rasa dunia mereka. Mudah berbicara pada diri sendiri, demikian pula halnya dengan mengutarakan apa yg dipikirkan dan diinginkan kepada orang lain. Menikmati setiap aktivitas yg dilakukan, biasanya lekas bosan dengan rutinitas kecuali itu betul-betul menarik minat mereka. Sekali terlibat dengan suatu yg menarik, asyik nya bukan main, sampai lupa waktu. Berangkat dari ketertarikan, antusiasme dan rasa ingin tahu yg tinggi, ia bebas mengeksplorasi ide dan kreatifitas . Mudah membangun hubungan yg hangat, selalu menemukan alasan untuk menyukai orang lain, sehingga mudah diterima kehadirannya. Mereka ini unik, autofokus. Disebut demikian karena mudah menemukan dan mendefinisikan ketertarikan pada suatu bagian utuh kehidupan.

Keinginan dan autofokus, ini yg ingin aku bicarakan denganmu. Keinginan pun sifatnya autofokus. Seperti lensa yg menemukan jeruk ranum sebagai fokus utama sementara bagian latar tampak kabur. Keinginan pun demikian. Menemukan hal yg menarik dari sekian banyak informasi yg disuguhkan lingkungan kepada kita. Lagi-lagi ini menarik. Autofokus, melakukan fokus terhadap apa-apa yg menarik minat, mempelajari lebih dalam, mengetahui lebih banyak, menjadi ahli. Inilah mengapa orang-orang sperti ini hampir selalu mendapatkan apa-apa yg diinginkan. Dan kita semua punya potensi untuk itu 🙂

Kemarin saat aku sedang duduk-duduk santai, terlibatlah pembicaraan dengan beberapa teman. Singkatnya ia bercerita, bahwa sebelum masuk ke jurusan dan universitas yg diinginkan sekarang, ia sempat melihatnya dalam mimpi. Yang seorang lagi baru keluar dari rumah sakit, bertutur lah ia, sempat ada terbersit keinginan sebelumnya untuk berkunjung ke rumah sakit. Dua hal yg menarik, mimpi dan khayal. Keinginan meliputi 2 hal tersebut. Reka keinginan yg hadir akan melukis gambaran tentang apa yg kita inginkan di alam pikiran. Semakin kuat keinginan itu, maka reka tersebut akan masuk makin dalam ke alam bawah sadar. Sehingga sering kali, ia terbawa-bawa hingga ke mimpi. Dan yg dilakukan para pekerja mimpi adalah bergerak menggambar reka yg serupa di dalam kehidupan nyata. Ini yg menjelaskan kenapa tiap-tiap kejadian yg kita alami dan seringnya, hal-hal yg kita inginkan itu memang tercipta 2 kali, pada alam pikiran kemudian kenyataannya.

bersambung..

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: