Lifeline

Salaam everyone 🙂

Lifeline. Kenapa dalam banyak tulisan-tulisanku ada begitu banyak cerita tentang kehidupan? Sebabnya ini. Lifeline kita seperti garis vektor, unik. Masih ingat sifat vektor?, ia dijumlahkan dari satuan-satuan yang membentuk sifat dinamis, bukan statis. Dan benar! Itulah hidup. Selalu ada yg baru dari tiap babak waktunya. Ada value, saat besaran vektor terhubung satu sama lain membentuk besaran baru. Bagaimana dengan manusia? Masing-masing dari kita adalah 1 vektor, aku menyebutnya sebagai Lifeline. Lifeline ini yg jika saling berinteraksi, membentuk hubungan-hubungan baru yg memiliki makna. Begini cara aku menyebut arti sinergis, mengalikan manfaat atau menambahkan kuadrat.

Well, berpikir tentang lifeline diri, termasuk juga dengan lifeline siapa saja aku bersinggungan, nilai apa yg dapat aku tambahkan ke dalam hidup, sehingga ia menjadi semakin bermakna. Ini yg ingin aku bagikan. Ada banyak lifeline. Dan mungkin kamu juga salah satunya 🙂 Who knows the deep of my heart? Whehe

Buat tulisan hari ini, aku akan mulai dari lifeline-ku dengan SAINS. Karena semalem, temen-temen di chatroom udah rame bahas inspirasi. Menyebutkan satu-satu makna dari 10 inspiring people, bagi dirinya.
SAINS. Satu Inspirasi Indonesia. 10 inspiring people in 1 inspiration, called a vision.  Aku menemukan teman-teman disini dengan ragam karakter. Satu poin yg akan aku deskripsikan masing-masing dari mereka, hanya satu, semoga nggak bikin penasaran, hehe

(sesuai urut nama)
Inspirasi 1, Salman Muslim
Bijak. Bukan berarti tua, dewasa, serius, dan nggak bisa bercanda. Justru beliau ini mudah sekali mem-“bully” kesemua anggota, dan membuat masing-masing dari kami, habis kata-kata. Namun pada akhirnya, memang beliau lah yg seringkali mengungkapkan sebuah esensi, makna. Karakter seorang “Kakak”.

Inspirasi 2, Faisal Rahman
Tulus. Ekspresi Faisal ini selalu apa adanya. Begitu saja lepas. Makanya sering jadi bulliers yg lain. Kadang childhood (not childish) keluar dan membuat semuanya tertawa lepas. Aku belajar banyak disini, mengantarkan bahagia pada orang lain dengan menjadi diri apa adanya.

Inspirasi 3, M. Satria Bangun
Berani. Ia bermakna banyak. Berani meluruskan, saat yg lain baru saja hendak berpikir demikian. Berani menegaskan, saat kata-kata bahkan terlalu lembek. Berani mengambil keputusan, resiko. Pertimbangan yg dibuat, cerdas, spekulatif. Aku belajar bagaimana memiliki power, bebas menguasai pemikiran dan diri sendiri.

Inspirasi 4, Farhatil Wardah
Supel. Kemanapun, pada siapapun, dalam keadaan bagaimanapun. Aku selalu terbayang dengan: lucky women. Jika melihat sosok Wardah ini. Hangat dan dekat, mudah dicari pertolongannya karena ia ringan tangan, dan selalu berusaha membantu memecahkan problem. Tidak banyak ambil pusing. Aku belajar, menyederhanakan masalah dan memperbesar penyelesaiannya.

Inspirasi 5, Endar Widiah
Gagasan. Ini sih membicarakan karakter diri sendiri, haha. Mudah bagiku melempar topik baru, membuat yg lain membicarakannya hingga aku ngeloyor pergi. Lekat dengan antusiasme, selalu merasa berenergi, lantas menggerakkan yg lain untuk melakukannya. Saat aku dalam kondisi low power, aku membiarkan yg lain tahu. Tidak jadi soal buatku, toh terlalu palsu membuat orang lain berpikir semuanya baik. Aku melakukan demikian, membiarkan mereka menolong. Dengan demikian, satu sama lain dari kami mendapatkan rasa saling memiliki.

Inspirasi 6, Faza Ardelia
Tenang. Kunci utama dalam segala penyelesaian masalah. Sebelum berpikir itu mampu dilakukan, keputusan diambil dan tindakan dapat dieksekusi. Kau harus miliki ketenangan. Dalam ketenangan menyimpan energi. Dalam ketenangan menyimpan potensi solusi, sekaligus energi kinetik untuk eksekusi. Faza melakukannya, sempurna. Banyak sekali belajar dari nona satu ini. Salah satu seni menikmati hidup yg menjadi inspirasi bagiku. Meski demikian, dibalik ketenangan yg sempurna aku juga harus berhati-hati, ledakan dari gudang energi perlu antisipasi.

Inspirasi 7, Dadan Hudanulhaq
Cerdas. Pilihan diksi dalam kata-katanya selalu terasa. Komentar-komentar ringan tapi berbobot. Banyak belajar tentang proses berpikir, langkah-langkahnya hingga detail. Perhatiannya pada detail yg terkadang tak kasat mata kami, haha. selalu saja menghadirkan tanya-tanya baru. Cerdas mempertanyakan kehidupan. Satu-satunya anggota sains yg hafidz Qur’an (semoga terjaga dan kita juga menyusul kelak). Belajar dari Dadan, berasosiasi, menghubungkan informasi dengan pengetahuan, dengan pemahaman, dengan hikmah. Dadan juga mudah mengapresiasi.

Inspirasi 8, Karizma Rindu
Menarik. Entah bagian yg mana ya. Pemikirannya selalu mewarnai diskusi-diskusi kami. Punya banyak mimpi, mungkin ini yg menjadi daya tarik, hehe. Sama-sama punya banyak sekali mimpi, kami mirip, sometimes we’re argue. Aku belajar memahami dan menghargai sekaligus dari nona kecil ini (kecil, coz blognya masih pakai nama bintangbiru) haha, ups. Dewasa dalam pemikiran. Menariknya, the dreamer and the doer. Aku melihat keduanya sekaligus ada dalam dirinya. Ia pekerja mimpi. Pembangun relasi. Sebagaimana rasi bintang yg saling terhubung satu sama lain. Membangun kesatuan yg indah.

Inspirasi 9, Nashrurrahman Qorieb
Humor. Tampak luar: kalem. Tampak asli: koplak. Paling heran karena pernah menemukan kedua karakter di atas bisa-bisanya ada dalam satu manusia, haha. ini Anas, dan beginilah ia. Kalau sains pada ngobrol, takdzim mendengarkan, giliran komentar, celetukan doang bikin sakit perut muntahin ketawa. Sudah ya, nggak akan diceritain panjang lebar, ntar orangnya ngerasa kekerenan, biarlah Anas rendah hati sebagaimana adanya.

Inspirasi 10, M. Afif Azhar
Humble. Nggak tau mau gambarin pakai sifat yg mana lagi nih. Gabungan beberapa di atas ada buat Afif. Pilihan bulliers selanjutnya kalau Faisal udah habis. Melankolis banget, iya. Contohnya, semua obrolan sains bisa digubah jadi lagu seketika, wow. Belajar dari Afif, memetakan pilihan-pilihan sebelum mengambil keputusan. Belajar humble dari Afif, yg  terakhir kali ketemu dia bahkan nggak gengsi menghabiskan makanan di sisa mangkuk aku, hehe

Itu tadi lifeline milikku dengan 9 vektor hidup orang-orang di atas, membentuk value baru, Satu Inspirasi Indonesia. Cita-cita kita untuk membumi, berkarakter. Melangitkan mimpi, menerjemahkan inspirasi. “We’re care, we inspire”. Cita-cita yg berpilin dalam do’a-do’a kami, semoga terwujud, amiin.

Dari kanan ke kiri: Ndu, Iin, Faza, Faisal, Afif, Satria, Dadan, Ka Salim, Anas (Wardah nggak ikut)
Dari kanan ke kiri: Ndu, Iin, Faza, Faisal, Afif, Satria, Dadan, Ka Salim, Anas (Wardah nggak ikut)
dari kanan ke kiri: Faza, Iin, Wardah, Afif, Satria, Ka Salim, Anas. (Fotografer Faisal).
dari kanan ke kiri: Faza, Iin, Wardah, Afif, Satria, Ka Salim, Anas. (Fotografer Faisal).
 dari kanan ke kiri: Anas, Ka Salim, Satria, Afif, Wardah, Ndu, dan Yasmin. Iin dan Faza lagi nggak ikut
dari kanan ke kiri: Anas, Ka Salim, Satria, Afif, Wardah, Ndu, dan Yasmin. Iin dan Faza lagi nggak ikut.

Nah, cerita lifeline berikutnya dengan vektor-vektor kehidupan lain akan menyusul segera
Bersambung..

tulisan teman lainnya:

Bogor cerah,

Salam satu inspirasi

Iklan

One thought on “Lifeline

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: