Jejak Inspirasi

Setiap inspirasi membekas pada memori, memberikan makna pada hidup, dan meninggalkan jejak, baik untuk dikenang saat menengok kebelakang maupun diturut saat langkah mulai surut. Ia bernama prinsip, marka di jalan kehidupan. ~Endar Widiah

Jejak inspirasi.

Setiap kita, sekeren apapun orang berkata. Sehebat apa pun dicontoh oleh dunia, manusia.

Adalah pembelajar sejati, hidup dan besar dari ilmu meniru. Bedanya dengan primata,

Manusia meniru contoh, mampu belajar lebih kompleks dengan daya imaginasi, kemampuan saling menghubungkan atau asosiasi.

Ini manusia. Primata hanya meniru atau merespon dengan naluri.

Sementara kita memiliki spekulasi atas pertimbangan dari banyak informasi yg dipelajari, kita bebas menentukan PILIHAN.

Namun pada dasarnya, kita tetap belajar melalui contoh, itu fitrah, MENCONTOH.

Dengan akal yg membuat penciptaan manusia menjadi sempurna, mulia.

Tidak sekedar mencontoh seperti yg dilakukan primata, namun dapat membedakan yg baik dan tidak.

Berbekal nurani, sehingga mampu membedakan yg benar dan salah, istimewa bukan?

Semoga kita sadar untuk selalu bersyukur.

Menariknya, contoh atau model ini diambil karena sifat yg dimilikinya, diinginkan oleh diri kita. Benar tidak?

Sehingga mengantarkan pada tingkat kekaguman, lebih.

Atau pada dasarnya, ada kemiripan karakter dari masing-masing, kita dengan model itu, bisa jadi.

Untuk banyak sifat yg meng-karakter pada diri kita, bisa jadi terbentuk dari hasil men-CONTOH orang-orang MODEL yg masuk dalam kehidupan kita. Membawa prinsip hidup, kehadirannya menginspirasi. Dan masing-masing dari kita tentu memilikinya, ya kan? 🙂

Hingga seutuhnya kehidupan yg kita hidupi adalah gabungan dari sifat-sifat hidup yg telah pernah ada, tentu dinamis sekali ya..

Itu mengapa, kehidupan kita bukan milik pribadi, tapi milik semua, interpretasi dalam kebermanfaatan bagi sesama, bagi semesta.

Assalaam 2010

Suatu hari, aku terengah-engah berlari dari masjid. Sepulang ini, ada janji dengan guru favorit, Ust. Rosyidi

Ini hari pertama aku akan belajar balaghoh, untaian kata-kata indah dalam bahasa arab.

Sore tadi beliau sudah bilang, lekas selesai dzikr ba’da magrib kita akan mulai.

Kami, aku dan teman-teman akan belajar diantara waktu magrib dan isya.

Sayang, i’lan atau pengumuman yg diberikan bagian informasi terlampau panjang tadi,

dan seperti biasa lah, qismul amni atau bagian kemanan nggak kasih jalan saat kami akan pangkas jalan pulang, lekaas!

Semenit dua, berlalu. Akhirnya bertemu juga dengan beliau, Ust. Rosyidi, dari jauh sudah tampak senyum.

Kata-kata pertama yg beliau ucapkan, “Wakam ana ashifun jiddan, ‘ala hudzurikum ba’dal mii’ah mu’addadah..”

Mengungkapkan kekecewaan yg begitu halus dalam bentuk balaghoh, “Sungguh sayang sekali..

Dan hari ini kami pun belajar, bagaimana Menepati waktu dan janji bukan perkara mudah.

Namun saat kita berhasil melakukannya, penghargaan yg tulus mungkin sedikit banyak akan mampu dirasakan oleh orang lain.

Hingga perlulah menambahkan Insya Allah. Kita memohon agar Allah menolong, saat kita betul-betul sedang berjuang memenuhi janji. Janji ini berlaku terhadap orang lain, terhadap Allah (nadzar), dan terhadap diri sendiri (prinsip, mimpi, cita-cita). Lalu kita bertawakal kepada Allah dengan mengucap, fainsyaAllah, maka jika Allah menghendaki..

…”Sebenarnya barangsiapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yg bertakwa” QS Ali Imran 3:76

dan hari ini, beliau (Ust. Rosyidi) pukul 18.45 WIB telah berpulang. Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Semoga kasih sayang Allah senantiasa hadir sebagai rahmat bagi beliau, di dunia dan akhirat, amiin.

dari Bogor berduka,

4 Juni 2014

Iklan

One thought on “Jejak Inspirasi

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: