Given

Assalamualaykum 🙂

Cerita #PL (praktik lapang) aku, sekali ini.

Ini:

Ada yg tau apa ini?

kecapi borneo

Kalau ini?

IMG_4307

disini..

IMG_4403

disini..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Senang sekali bisa berada di sini, terimakasih buat Bp Ir. Edhi Sandra, M.Si dan Ibu Hapsiati, owner Esha Flora Plant and Tissue Culture. Tempatnya di Komplek Taman Cimanggu, Bogor.

2 gambar di atas itu kultur jaringan dari biji dan kultur Nephentes sp. (kantong semar)

Topik #PL yg aku ambil sekali ini tentang manajemen di Esha Flora. Kebayang nggak tuh, punya laboratorium kecil di rumah, tapi lengkap serba bisa untuk riset penelitian, dikembangkan sampai ke nurseri, iya. Kreativitas peneliti ditantang agar perkembangan teknologi dapat masuk ke skala home laboratory dan industry, wuih (subhanallah). Nggak heran kalau teman-teman akademisi banyak datang untuk belajar disini.

#PL aku sekali ini lagi bareng temen-temen UIN Bandung jurusan agrotekno, ada juga yg baru mulai penelitian dari Banten, dari Fahutan IPB ada, kita semua sedang belajar intinya, hehe..

Given, pemberian.

Senggang cerita, tadi di ruang persiapan, ada yg bagi-bagi nick name, emm.. kun-yah kalau bahasa arabnya. Given, karena sesuka hatinya a denish (aa, soalnya isteri beliau, sundaness). Beliau adalah supervisor disini. Coba aku list kalau masih ingat ya, haha

Fahmi Browning, karena eksplan dia sering browning (kecoklatan akibat jaringan tanaman memproduksi fenol, zat perlukaan).

Gugun Kontam (banyak bingit, rata-rata oleh bakteri).

Adep Pepton (nggak tau nih kenapa, katanya rimanya aja sama).

Tedi MS (jago buat media Morashi&Skoog/MS, the master)

dan partener aku Ahad Sculple, dia pilih sendiri nick tambahannya (keren aja kedengarannya, haha, padahal..)

A Denish? Denish Organik (sang maestro katanya).

Ada yg aku suka dari ruang persiapan ini, sticker dan tulisannya. Sebenernya, “rules of the room” sih,  tapi oleh pemiliknya dibuat semenarik mungkin untuk dibaca dan dilakukan. Misal,

“Live your life” supaya kita nggak hanya duduk berpangku tangan, nggak ada yg nggak bisa dikerjakan disini.

“I’ll do what people wan’t, tomorrow I can what people can’t” dan masih banyak lagi.

Ini soal budaya, menarik sekali, karena disini kita sedang membangun moralitas dan ilmu pengetahuan secara bersamaan.

Hal-hal kecil, seperti lantunan murrotal di ruang kultur, dan sholat dhuha di antara rak-rak inokulasi disimpan, aku suka.

Demikian cerita singkat #PL ini,

semoga teman-teman yg sedang #PL, #PKL, dimanapun berada dapat banyak belajar dan mendapatkan pengalaman mengesankan, tetap membagi manfaat, tetep produktif.

Salam,

Iin glisyn

cucurak
Cucurak sebelum Ramadhan
Iklan

2 thoughts on “Given

Add yours

  1. kalau topik yg aku ambil sih manajemennya, tapi tetep ikut kalau ada tmn2 yg sedang inisiasi, atau lagi sub-kultur eksplan.so, nggak perlu nunggu 3 bulan kak, hehe
    trims sdh kasih komen ya

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: