Sepenggal tanah surga (1)

“Sepenggal tanah surga diperebutkan sang adidaya

peradaban tertua yg mengunci seluruh kekayaan dunia.

Kau harus tau dan mengenalinya sebelum ‘bisa’ merasa bangga,

dan mengatakan pada dunia, asal kita dari surga dunia”.

~Endar Widiah

Assalamualaykum:-)

Kali ini aku berada di Indonesia agak ke timur. Berada di pulau kecil dengan keunikan biodiversitasnya. Unik, karena sejarah sains mengatakan banyak spesies di luasan biogeografi ini telah terisolasi sejak lama. Aku sedang berada di tepi ujung dari pulau ini, sekitar 8°42’19.52 lintang selatan dan 115°10’21.86 bujur timur.

Aku mencoba menjelajah seluruh luasan pulau, habis dalam sehari dengan mengendarai sepeda motor. Tapi untuk berhenti di banyak tempat menarik, waktu sehari hanya bagai mimpi.

Indah tak terkata, Nusantara kita, kau tahu? adalah sepenggal tanah surga. Manuskrip Yunani menyebutnya sebagai atlantis yg hilang. Sementara orang-orang dari dunia barat dan timur berebut mengklaim tanah ini sebagai kekuasaannya, begini lama kita dijajah.

Nusantara, dia bukan anak tiri. Banyak dari anak negeri bermimpi merindukan pergi ke luasan negeri-negeri di tepi dunia, timur dan barat. Kemudian menuliskan euforia dalam banyak kisah perjalanan. Sementara para turis, banyak berdatangan mengunjungi surga tropis ini, sepenggal tanah bermandikan cahaya disepanjang tahunnya. Dan mentertawakan betapa bodohnya kita. Alih-alih bahagia hidup di tanah surga, justru menjadi pelayan bagi asing. Bisa jadi legenda zombie yg mereka ciptakan, inspirasi sebenarnya datang dari sini, ???

Kekayaan negeri surga ini bukan untuk penduduknya, habis dalam neo kapitalisme. Cukuplah nasihat Sukarno, menggelitik benak anak negeri,

“biarkan, hingga anak bangsa ini mampu mengelola sendiri kekayaan bangsanya…”

Kelak sampai kita mampu mengelolanya, mungkin demikian makna berdikari bagi negeri ini. Tentu saja untuk dapat melakukannya, pertama kita harus buka mata, pikiran dan hati, meluaskan pandangan terhadap negeri ini, menjadi tahu. Kemudian mengenalinya dan belajar mencintainya sepenuh hati dengan merawat dan menjaganya. Inilah imbas syukur menurutku. Syukur karena kita terlahir sebagai saudara kandung, bangsa Indonesia. Tumbuh bersama dan dibesarkan di tanah surga.

We live in the land called paradise, the Archipelago.

Don’t you ever wonder what might be. If you lived life free?

Feel free to be best of you, of course.

#HappyCeleberation

#HUTRIke-69

Fresh from the garden
Fresh from the garden
The garden of Keprok oranges
The garden of Keprok orange
Kebun Raya Indonesia bagian timur dengan koleksi terbesar: Begoniaceae
Kebun Raya Indonesia bagian timur dengan koleksi terbesar: Begoniaceae
Beratan Lake, in the valley of Kintamani
Beratan Lake, in the valley of Kintamani
Kintamani
Kintamani
Ulundanu
Ulundanu
Sunset
Sunset
Rangkong, salah satu jenisnya yg terbesar di dunia hanya ada di Indonesia
Rangkong, salah satu jenisnya yg terbesar di dunia hanya ada di Indonesia
Iklan

8 thoughts on “Sepenggal tanah surga (1)

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: