Cinta: the composer of life melody

Mau posting isi kepala, jangan ketawa yaa:D

(cc. ayah&ibu) fans berat kecapi borneo

Ini soal cinta,

Lagi lagi. Semoga kau tak bosan dengan cinta.

Cinta itu fitrah.

Klik pada frekuensi iman yg sama. Makanya sungguh beruntung orang yg mencintai karena iman.

Mencintai dia yg Allah cintai. Sehingga bertambah-tambah saja cinta orang yg semakin taat pada perintah Tuhannya. Karena Allah semakin mencintainya.

Tapi itu bisa berarti lain, tenang saja. Allah ciptakan kita dengan fitrah.

Saat taatmu terkotori, atau memudar. Cintamu pun mungkin akan terkotori dengan dosa, membuat sesuatu yg suci bahkan hilang.

Itu yg mungkin bisa menjelaskan mengapa kau bisa mencintai musuhmu. Taatmu hilang, dan kau serupa dengannya.

Atau orang yg paling benci padamu, dapat berbalik mengagumimu. Kau membagi pancaran ketaatan sehingga Allah berkenan agar hidayah dapat ia genggam.

Kemudian ia pun mencintaimu.

Lalu kau tak perlu khawatirkan cinta. Karena hati yg kita bawa kemana saja pergi, bukan milik kita.

Dia lah penguasanya, yg bebas menjungkir-balikkan hati kapan saja.

Kau bahkan dapat jatuh cinta dua kali pada orang yg sama.

Tapi sungguh, tidak benar kalau kau dapat jamin akan tetap cinta padanya seribu tahun lagi.

Yang dapat kau usahakan adalah taat, agar dapat tetap mencintainya disepanjang usia yg kau punya.

Kau mungkin dapat berkali-kali jatuh cinta. Fitrah, tentu saja.

Asal tidak menumbuhkan benihnya, kau tak perlu susah payah merawatnya.

Sekarang kan ada teknologi cryopreservation, kau dapat bekukan benih hingga waktu tepat untuk mulai menanam.

Demikian cinta, di luar ikatan suci pernikahan, tak perlu kau tanam.

Hanya akan menghabiskan stok hara saja nantinya.

Berikutnya, saat kau harus menanam cinta,

Tumbuh tanaman kerdil dan tak sempurna. Kau tahu maksudku?

Keluargamu mungkin saja kekurangan cinta.

Atau kau sedang menjadikan keluargamu tak utuh mendapatkan cintamu. Karena..

Kau meninggalkan sampah cinta masa lalu yg tak berguna dalam dirimu.

Sampah cinta, dan itu benar-benar ada.

Tapi jika kau memilih taat pada-Nya, laa taqrobuz zinaa.

Kau dapatkan surga dunia, keluarga penuh cinta. Maka tiket negeri abadi kau miliki.

Ia yg akan menyempurnakan nikmat-Nya disana.

Adalagi,

Ini masih soal cinta.

Suatu ketika saat kita berjalan, ada banyak sekali tikungan dan lebih dari satu persimpangan.

Bisa saja kita salah mengambil jalan, lalu tersesat tanpa sadar.

Mungkin saat itu kita memang penuh keraguan, lantas khilaf.

Maka berbaliklah, selagi belum jauh. Itu gunanya jika kau senantiasi berdzikr, ingat pada Allah dengan berpegang teguh pada pedoman. Akan mudah bagimu melihat jalan kebenaran.

Begitu pula dengan cinta.

Saat kau tersesat, pada cinta yg penuh kutukan.

Bergegaslah berbalik. Akan mudah kau lupakan.

Tapi hanya dan hanya jika kau terbiasa taat.

Cinta adalah soal rahasia Tuhan.

Kau bahkan tidak akan pernah tahu orang yg menyukaimu hingga bertahun-tahun kemudian, atau sebaliknya. Maka cinta memiliki dimensi rahasia.

Soal mencintai manusia.

Katakanlah pada-Nya, Ia tidak akan membantah mentah apa yg kau rasa.

Berdo’alah pada-Nya, Ia akan membantumu melewati kesusahan karenanya.

Hanya menjadi rahasia antara kau dan Dia, sementara cintamu hening dari tengah-tengah manusia.

Kau menjaga apa yg Ia titipkan padamu. Tidak menjadi berat bagimu jika Ia hendak mengambilnya suatu ketika. Atau mungkin menggantinya dalam bentuk yg berbeda.

Mencintai dalam diam, kau tahu itu.

Pada akhirnya, tentang cinta.

Taatlah pada Allah, maka kita akan bertemu pada manisnya cinta sejati,

cinta yg mencintai-Nya.

Hingga kita dapat melihat jalan ketulusan, mencinta-Nya tanpa syarat.

Iklan

4 thoughts on “Cinta: the composer of life melody

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: