Kelak jika hanya antara kau dan aku

Kelak jika hanya antara kau dan aku

Kita tinggal berdua saling menunggu masa itu tiba

Sambil terus berdedikasi pada peradaban bumi

Dan melangitkan do’a untuk jumpa lagi

di kampung halaman tempat kita kembali

Hanya antara kau dan aku

Semoga rindu ini saling memanggil kelak

Menggema dalam surga

Mengantarkan kita pada jabal rahmah sesungguhnya

Dan semoga hanya,..

ayah ganteng yang suka makan di tangga teras halaman belakang
ayah ganteng yang suka makan di tangga teras halaman belakang
Ibuqcayang jago banget soal pilah pilih natura begini
Ibuqcayang jago banget soal pilah pilih natura begini

Bismillah,

Ini gara-gara “kecapi”, aku jadi betul-betul homesick, sungguh.

Di kampus, persis dekat taman faperta yg mengarah ke ilkom fakultas MIPA, ranum buah kecapi sudah tampak pagi tadi. Mengingatkanku pada tanah tempat aku tumbuh besar, BORNEO.

Pagi tadi, aku sebentar sekali mengangkat panggilan telepon ibu. Berdua sedang bepergian ke luar kota, kemarin Balikpapan, hari ini Banjarmasin. Alhamdulillah, ayah ibu dalam keadaan sehat wal ‘afiaat.

Jarak rantau ini merentangkan rasa rindu yg sekali datang tiba-tiba. Aku dan adikku di tanah sunda sementara ayah dan ibu di tanah dayak. Berdua di sana, berdua di sini, aduhai..

Bersyukur kesibukan kami benar-benar tinggi. Aktivitas harian ayah ibu yg padat sekali, agenda kampus aku yg tak menyela hela, dan rutinitas boarding school adik yg super disiplin. Terkadang komunikasi rindu hanya tiba melalui do’a-do’a, setiap kali ingatan tersadarkan.

Well, menariknya..

Adalah bagaimana keduanya, ayah ibu menghabiskan waktu tanpa kami? Putra putri mereka.

Tinggal berdu’a lagi ternyata jauh lebih simple urusannya, benarkah?

Tidak lagi ramai luncah cari seragam adik pagi-pagi, atau siap sarapan sebelum jam 7, antar sekolah, tanya PR, apalagi mengejar segelas susu cokelat sampai ke teras rumah di senin pagi. Tidak lagi.

Orkesta pagi meriah berganti melodi mentari bersama embun, ananda telah jauh di rantau orang.

Kebiasaan pun berganti, kini puas menghabisakan waktu untuk pergi travelling, mengunjungi banyak tempat, bertemu banyak orang, bercerita dan mendiskusikan apa saja, seakan mereka berdua baru saja saling mengenal kemarin lusa. Mengisi hari-hari tanpa anada.

Mengingat ini, melemparkan pikiranku jauh ke masa depan. Kelak jika aku telah sampai pada titik waktu yg telah ayah ibu capai, apa yg akan sedang aku rasakan? pikirkan? lakukan?

Dan semoga kelak aku masih memiliki cukup usia bersama dengannya, melakukan seperti yg kalian lakukan. Menelpon putra-putri tercinta dan mengabarkan, kami telah sampai di kota ini dan itu 🙂

Dedikasi dua bait di atas untuk ayah dan ibu.

Well, ini saja. Jika sudah rindu rumah, lekas-lekas pulang deh ya..

Cuma mau bilang, family is everything.

Take care 🙂
perjalanan Balikpapan-Penajam Paser Utara
Travel: di perjalanan Balikpapan-Penajam Paser Utara
Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: