Layak diperjuangkan

Ini halte untuk kesekian kalinya aku menunggu bus, melanjutkan perjalanan kehidupan. Tempatku merenung akan banyak hal yang aku sia-siakan. Untuk semua hal yang telah aku lalaikan, tidak kupenuhi haknya, lantas aku lukai hatinya. Pada halte ini aku berhenti, menengok sejenak apa yg sudah aku lalui.

Lantas pertanyaan ini kembali lagi, sama seperti yg sudah-sudah,

“apa yg layak kau perjuangkan?” atau

“siapa yg benar-benar layak diperjuangkan?” selalu.

Pertanyaan ini selalu kembali mengunjugi benakku. Di halte manapun aku sedang berhenti. Menekuri garis takdir aku menjawab satu-satu.

Menghela napas, saat distorsi lingkungan memang telah terlampau berat, tak sanggup sekali lagi bukan menjadi alasan untuk menyerah.

Berhenti pada halte ini, mencari-cari kembali makna yg tercecer, pun yg hilang ditengah terpa ujian.

Apa yg layak diperjuangkan?

Iman. Getarannya menggerakkan sendi-sendi kehidupan.

Apa yg layak diperjuangkan?

Takwa. Membersamai takwa, berdekat-dekat pada taat dan ridha-Nya.

Lantas, siapa yg layak diperjuangkan?

Ia yg membersamaimu bergerak taat, mengajak takwa, menggetarkan keimanan, sehingga bersamanya adalah dzikr pengingatmu pada Tuhan.

Sampai disini, kemantapanku kembali akan “yg layak diperjuangkan”

tinggalkan tanpa beban pada semua kesia-siaan.

Mengejar kembali penuh semangat dan layak diperjuangkan.

Menghajatkan pertemuan diujung lelah, pada setiap perjuangan aku harus keluar sebagai pemenang.

Faidza azzamta fatawakkal ‘alallah.

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: