On mission

Hi everyone, assalamualaykum ­čÖé

intro..

Cerita weekend kali ini, pergi naik gunung. Dan rasanya itu seperti dapat hadiah besar karena inginnya sudah sejak kapan hari.

Keputusan mantap dibuat justru semalam sebelum berangkat, untuk ikut rombongan LDF Ibadurrahmaan Fakultas Kehutanan. Alhamdulillah masih ada sisa kursi ternyata.

Di penutup bulan November 2014, Papandayan-Garut, Jawa Barat.

Melihat ke dalam diri sendiri, mendengar gema suara dan rona ekspresimu di dalam berinteraksi. Saat kau sadar bagaimana citramu terbentuk, berikut syukur karena semakin mengenali diri.

On mission 

Kepergian kali ini meski temanya back to nature, ada misi yg sedang dibawa (beneran deh) jadi nggak sekedar relax and refresh-ing. Misinya sederhana, yaitu menjawab pertanyaan-pertanyaan hidup hehe. Kalau udah gini, sungguh tepat jika kita mengungsi dulu dari hingar bingar keseharian, kembali ke pelukan segarnya alam.

Mengenali diri

Emang ya, sama diri sendiri saja kita perlu memberikan porsi untuk semakin kenal. Pada karakter jiwa, terhadap potensi pikiran, perasaan, dan tubuh yg sudah Allah titipkan pada kita. Caranya?

Coba perhatikan langkah-langkah yg diambil tatkala jalan terjal mendaki, pola langkah seperti apa yg kita buat? Coba nilai bagaimana pikiran kita bekerja mengambil keputusan, pertimbangan-pertimbangan yg menjadi perhatian. Memang kelihatannya spontan, tapi pola kebiasaan yg sama yg juga dipakai pikiran kita untuk bekerja dan mengambil keputusan di dalam menghadapi masalah-masalah besar.

Aku sepakat jika ada yg menyatakan bahwa memang saat di alam, karakter sesungguhnya dari tiap pribadi akan muncul. Dan mudah saja mengenali ini pada diri sendiri dan teman kita. Terlebih karena respon spontan sih.

Saat perjalanan pendakian seperti ini tentu kita berinteraksi, baik dengan sesama teman maupun alam sekitar. Perhatikan, bagaimana cara kita merespon keadaan, menanggapi percakapan, saat takjub melihat keindahan, termasuk respon spontan saat terjebak kondisi buruk. Nah, itulah akhlak kita sesungguhnya.

Pun jika ingin menambahkan kebiasaan baru yg positif atau menegaskan lagi karakter yg telah usang, kita bisa mencobanya disaat seperti ini. Kali ini aku mencoba 3 hal, kendali diri, melihat potensi masalah orang lain, dan mengusahakan bantuan terbaik.

Kemudian pada potensi fisik, melalui perjalanan ini kita dapat menilai. Seberapa mampu kita menahan beban perjalanan, seberapa gesit dan lincah tubuh menghindari rintangan dalam melangkah, seberapa sering keputusan untuk istirahat diambil saat lelah. Berikutnya kita akan mampu mengukur dan bersyukur pada anugerah fisik yg Allah berikan.

Cita rasa, ini sih tentang bagaimana cara kita menikmati setiap keadaan. Ada banyak ragam rasa, bahagia, ceria, sedih, marah, kecewa, cemburu, rindu, gembira, kesal, merasa menang, kalah, tertolak, tersudutkan, atau apalah dalam rentang negatif-positif. Bagaimana kita menikmati setiap perasaan yg hadir dengan ikhlas, membagi atau menyimpan sendiri, menempatkan sikap saat merasakannya, sampai pada menjaga perasaan milikmu juga milik orang lain. Menurutku ini adalah cita rasa kita di dalam menikmati hidup.

Well, begitulah usaha yg dapat kita lakukan untuk semakin kenal dengan diri sendiri. Aku kira ini termasuk ke dalam tadabbur alam, karena diri sendiri juga bagian kecil dari super ekosistem kan? hehe. Nah, dari sini kita dapat berangkat bersama, mengenali diri sendiri kemudian mengenali Ia yang menciptakan diri ini, bersama semua perangkat semesta raya.

Itu tadi contoh pertanyaan yg menjadi PR sebelum berangkat, terjawab dan mungkin beberapa masih menjadi rahasia-Nya. Yang jelas kita perlu untuk selalu memohon, agar Ia berkenan membuka tabir ilmu dan hikmah untuk kita, sehingga menjadi semakin tajam akal ini, semakin lembut akhlak ini, semakin luas manfaat yg dapat kita berikan, semakin berdaya, semakin produktif, semakin cemerlang menginspirasi, dan semakin cantik tentunya, ehehe.

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan Jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) Kemudian, dan Jadikanlah aku Termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.” QS. Asy-Syua’ra: 83-85

Sekian, terima kasih.

Bogor-dini hari.

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: