Science of happiness

Salaam everyone 🙂

Sekali lagi mendapatkan weekend yang bermakna, menghabiskan full day bareng NITROGENers di akhir kepengurusan BEM FMIPA 2014, thanks God for the gift, a chance.

Well, tulisan kali ini mau berkisah, “mengapa bekerja berat tetap akan terasa mudah jika kita bersama?”

Tercerahkan beres kelas bioteknologi pagi tadi hehe

Science of happiness

Setara bukan berarti harus sama, mirip juga bukan berarti persis serupa.

Justru begini bagus Allah ciptkan kesempatan buat kita agar dapat saling menghargai, caranya?

Kita menghormati seseorang sebagai dirinya sendiri dan secara terbuka mengapresiasi keadaannya, simple kan 🙂

agak rumitnya?

Produksi adrenalin dan kortisol, yaitu hormon yg dikeluarkan oleh kelejar adrenal adalah respon tubuh terhadap stres dari luar. Pada kondisi stres, kortisol disekresi secara besar-besaran. Sementara hormon kebahagiaan, “testoteron” dan “oksitosin” menurun jumlahnya. Akibatnya?

Kerja berat akan menjadi sebuah tekanan berkali lipat bagi mental.

Hubungannya dengan “tetap akan terasa mudah jika kita bersama”?

coz release the goodness well gaining the happiness

Saat bersama kita akan lebih mudah untuk melepaskan kebaikan dan menangkap kebahagiaan.

Itu sih kuncinya. Tapi gampang-gampang susah buat aplikasinya, kenapa bisa?

Karena kebanyakan dari kita tidak sadar saat melakukan kebaikan juga menyelipkan harapan agar berbalas kebaikan.

Padahal sistem tubuh saja tidak diatur demikian. Justru saat kita lepaskan kebaikan itu tanpa harapan apapun, terhadap siapapun, kapanpun, bagaimana pun. Dan memberi dengan tulus adalah penghasil oksitosin yg hebat. Sementara oksitosin adalah hormon yg mengatur perasaan bahagia. Jadi benar kalau kau pernah dengar ada yg bilang bahwa, “bahagia asalnya dari diri sendiri”, 100% guaranted, this is true.

Tingkat oksitosin naik ketika kita peduli, berbagi, dan berteman tanpa mengharapkan apa-apa. Pada laki-laki, kadar testoteron meningkat dengan kepercayaan, penerimaan, dan apresiasi. Serta pada saat ia berhasil memberikan kebaikan sehingga orang-orang disekitarnya merasa berbahagia. Secara fitrah, untuk alasan mendasar seperti ini makhluk sosial seperti kita perlu bersama, itulah mengapa bekerja berat tetap akan terasa lebih mudah dibanding jika hanya sendiri. Forever alone, siapa yg mau hehe (bukan ini juga sih maksudnya)

Demikian kita sering dengar kata sakti, “persahabatan”. Kerjasama dalam organisasi tanpa pamrih sebenarnya juga sangat dahsyat menghadirkan kerja mental, sehingga tanpa sadar bukan kontrak kerja yg sebenarnya mendekatkan kita bersama. Kadarnya boleh jadi tergantung pada ketulusan memberi tadi, yg dalamnya hati siapa yg tahu hehe

Itu tadi cerita singkat science of happiness. Dan semuanya bermula dari science of syukr, kita mengharapkan segalanya membersamai sepenuh keberkahan. Karena itu, tetap berkontribusi lah dengan kebaikan, totalitas di dalam dedikasi.

Well done, kapal sudah menepi.

Sampai jumpa nitrogeners, di lain petualangan dan lain kesempatan 🙂

Bogor, 8 Desember 2014

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: