Lost in the Horizon

Assalamualaykum,

Dear pengunjung Kecapi Borneo, terima kasih sudah berkenan membaca, meninggalkan suka maupun komentarnya, semoga ada manfaat dari tulisan disini yg bisa dibungkus, dibawa pulang. 2014 kemarin adalah tahun dengan semua target terpasak rapi, termasuk membiasakan menulis disini. Alhamdulillah banyak yg tercapai, beberapa diganti lebih baik, ada juga yg masih dalam waiting list, belum dapat dicapai sama sekali. Nah, seperti biasa, resolusi di awal tahun terus dibuat atau direvisi kembali, menyesuaikan dengan master plan hidup, ya kan ūüôā Nah, ini narasi resolusi 2015.

Lost in Horizon

Ada terlalu banyak keinginan manusia, benar? Tak puas dengan sedikit minta yg banyak. Terpenuhi satu berharap lagi dengan yg lain, wajar? tentu. Mengelolanya yg terpenting. Boleh tak puas, tapi tak puasnya dalam bersyukur, hehe. Ini beda loh, tak puas bersyukur karena sadar banyak sekali nikmat yg diterima melebihi kapasitas syukur kita, dan masih saja diberi lebih banyak lagi, betapa Ia Maha Pemurah. Sehingga kita terdorong untuk lebih banyak lagi berbuat syukur.

Upaya syukur. Dengan demikian, bertambahnya keinginan dan target pencapaian adalah upaya syukur, upaya kita berterima kasih kepadaNya terhadap semua nikmat yg melimpah. Upaya bersabar, sabar di dalam proses berterima kasih.

Well, resolusi 2015. Aku membuatnya menjadi cluster, berkelompok untuk kali ini. Supaya mudah dievaluasi, mudah dicari jika tercecer pula.¬†Pertama, terhadap Tuhan. Aku ingin hubunganku denganNya makin baik. Mempelajari ilmu aqidah, fiqh ibadah, bacaan al-Qur’an, hafalan, taddabur ayatnya harus menjadi prioritas di dalam agenda harian. Tampaknya sederhana, semoga aku mampu bertanggung jawab terhadap urusan ini. Kedua, hubungan aku dengan diriku dan orang lain. Menjadi muslim yg baik. Malu rasanya, sudah terlahir sebagai muslim hingga besar begini tapi malas saja memperbaiki diri. Padahal hidayah sangat perlu kita jaga, Allah yg beri dan kita bertanggung jawab menjaganya sampai mati. Perbaiki akhlak, betul-betul harus belajar pada contoh Rasulullah saw. Katakan kepada orang tua, qoulan kariima-perkataan yg mulia. Pilihlah perkataan yg baik (qoulan ma’rufa), perkataan yg ¬†tegas dan benar (qoulan sadida), juga lemah lembut (qoulan layyina), pantas (qoulan maisura), dan yg membekas pada jiwa (qoulan baligha).¬†Belajar berkata-kata, memperbaiki komunikasi, berhubungan dengan diri dan orang lain lebih harmonis lagi, semoga hak-hak manusia dapat terpenuhi (aamiin).¬†Ketiga, terhadap potensi-potensi diri. Sudah diberi kesempatan-waktu, tools ini harus semakin berguna dipakai dalam perjalanan hidup yg super singkat. Terbiasa berpikir sejak bangun tidur,¬†respect dengan tanggung jawab penelitian, mengeksplorasi nusantara, mengembangkan kemampuan berbahasa, berinteraksi lebih banyak lagi dengan ragam budaya, persiapkan studi aboard. Meluangkan waktu harian untuk menelaah sejarah peradaban islam, menulis fabel, teks drama kolong langit, menulis catatan perjalanan, buat project di hrd sains, fotografi alam-banyaklah hunting foto, kurikulum jelajah bareng young explorer, Kecapi Borneo Library, updrade finansial, dan beberapa yg gak bisa disebutkan disini. Keempat, target penting masa depan. Banyak baca, mereduksi kebiasaan buruk, membangun kebiasaan-kebiasaan baik yg baru, berlatih membangun karakter, mengenali tipe-tipe problem keluarga¬†dan pendidikan anak, sharing pengalaman dengan banyak orang tua, menelaah buku the ideal muslim society dan menemukan teman diskusi yg tepat. Ini saja dulu, yakin masih ada list yg cukup panjang dan aku tinggalkan di dapur belakang, haha

Melepaskan harapan, melangitkan semua keinginan. Biarkan terbawa dalam do’a-do’a yg mengetuk pintu langit. Sementara daya usaha yg terus mengejarnya tanpa lelah. Lost in Horizon.

“Robbi habli hukmau wa alhikni bish shalihiin, waj’alni lisaana sidqin fil akhorin,.”
(QS. Asy-Syuara: 83-86)

dinamis hidup itu, maka nikmatilah

selalu baru, maka meriahkanlah

~KecapiBorneo
Tagline: Discovery 
Untitled
Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: