Orangtuanya manusia

Salaam everyone 🙂

Ini gagasan pinjaman dari konsultan pendidikan, Bapak Munif Chatif mengenai, “Orangtuanya manusia”. How it can be? Aku kira tidak ada institusi manapun yg berdiri secara resmi dan membuka kelas bagaimana menjadi orangtuanya manusia, ya kan? Itu terjadi secara natural, dan setiap dari kita terpogram untuk belajar, apakah benar? Tapi disini, penggagas ide, “orangtuanya manusia” berkomentar bahwa proses alamiah ini tidak berlangsung sekedarnya, perlu ada “KESADARAN” untuk benar-benar “BELAJAR”. Agar proses belajar yg terjadi bukan sekedar jiplakan sebagaimana, “apa yg kau pelajari dari orangtuamu akan kau ajarkan kepada anakmu”, lantas menimpali kebenaran “buah tak jatuh jauh dari pohonnya”. Baiklaah, aku sudah bersepakat dengan gagasan ini haha. Kalau kau agaknya masih penasaran, bolehlah cari bukunya langsung, “Orangtuanya manusia”, “Gurunya manusia”, dan satu lagi, “Sekolahnya manusia”.

Weekend ceria

Weekend ini sudah buat janji dengan adek buat menghabiskan full day bareng dia.

Baik, kita identifikasi dulu adik macam apa dia, haha: cowok, introvert, tinggi-ganteng, berpembawaan ceria, pemikir, semangatnya oke punya, tapi malas nya ampun deeh, hanya teliti terhadap apa yg menarik perhatiannya, dan sayangnya cueknya sering bikin kesel sampai langit-langit kepala. Cukup.

Selalu ada pertengkaran kecil ketika hang out bareng dia, masalahnya sederhana karena sifat kami cuma 11, 12-lah hehe

Tapi kali ini semuanya musti berjalan dengan baik, Ratu kami bertitah demikian soalnya (bunda tersayang).

Well, inilah kesempatan menguji kesabaran (maksud hati buat jadiin adek sebagai probandus percobaan) #sarkasme tuh

Dimulai dari menentukan, “ngapain aja hari ini, pergi kemana, dan berapa jam kita akan pergi”. Perundingan damai dimulai. Pergi bersamanya seperti bikin project kecil, kalau ada barang yg mau dibeli maka kita seperti hunter yg siap berburu, target jelas, untuk mendapatkan apa yg diinginkan, lantas pergi sesegera mungkin. Oh my,.. itu bukan kebiasaan kakak perempuan yg lebih suka menghabiskan waktu memilih dan menikmati proses menemukan barang yg dibutuhkan. Tapi kembali ke topik, hari ini adalah miliknya. Selesai.

Pertama, kami berhenti ke toko perlengkapan outdoor. Dia mulai melihat-lihat sandal gunung mana yg cocok dengan seleranya, mengambil satu dan mencobanya, tapi kekecilan. Lantas kakaknya mulai mendekat dan memberikan komentar, mengambil beberapa model dan memintanya mencoba. Dia mengambil satu dan masuk ke dalam meminta ukuran yg pas. Sampai disini aku berhenti berkomentar dan menunggu di kasir. Dia pasti segera keluar dengan model dan ukuran yg cocok. Ini mudah. Poinnya adalah, berikan komentar secukupnya.

Kedua, kami akan pergi makan, kesepakatan dibuat untuk pergi ke Bangbarung, dekat dengan masjid karena waktu sudah masuk dzuhur. Sambil berkendara santai, aku bertanya mau makan apa siang ini? jawaban terserah emang maknanya adalah terserah tanpa syarat, ya nggak? haha. Urusan beres, emang yg begini nggak pernah jadi soal.

Ketiga, klimaks-agak berat nih. Dia mau beli gadget, dan hanya bilang spesifikasi bla bla bla sama budget-nya. Buat yg begini aku perlu mengunjungi banyak toko, mendapatkan cukup informasi, sebelum memutuskan memilih dan bernegosiasi. Agaknya akan membosankan baginya, tapi mau bagaimana lagi lah. Paling nggak, aku sudah bawa cukup snack dan minuman dingin, kalau-kalau dia mulai bangang nanti, hoaah..

Benar saja, baru 5 toko, adik sayang mulai gelisah (ngakak dalam hati), tapi nggak tega juga sih. Akhirnya aku seret dia ke ATM center, alasan ambil fulus nih. Sambil bertanya beberapa hal yg membuat dia menjatuhkan pilihan mau beli seri apa kali ini. Dan ini membuatku lebih mudah pastinya. Sejenak kami mengambil jeda, menikmati hujan yg mengguyur bogor, menikmati minuman dingin, dan memulihkan mood adik yg satu ini. Berikutnya langsung menemukan counter yg tepat untuk bernegosiasi. Dan hey, 20 menit kemudian kami keluar dengan senyum lebar. Mission completed.

Keempat, antiklimaks. Dia butuh tas pengganti, lumayan lah udah dari SD baru ini minta lagi. Hujan berhenti, kemudian kami pergi menuju tempat berikutnya. Kali ini mumpung moodnya udah baik, giliran aku yg minta, enjoying two pieces ice cream hoho. Langsung menuju food court. Berikutnya, kami sudah duduk di bangku kayu dan memulai carita sampai es krim ini habis. Beres, bagian pilih-pilih model tas kali ini nggak jauh beda dari yg pertama. Berikan komentar seperlunya dan tunggu di kasir.

Kelima, landing. Ini timing yg tepat buat kompromi. Setelah semua yg dia butuh dan inginkan terpenuhi, berikutnya adalah kompromi. Liburan kali ini dia harus tetap produktif, bertanggung jawab dengan akademik dan ibadahnya. Kami pergi ke counter Zenius education untuk mendapatkan voucer belajar yg bisa dia habiskan selama liburan di rumah. Sampai disini, berakhirlah perburuan kami hari ini. Lumayan melelahkan memang, tapi demi mengingat ini hanya moment setahun dua kali, perlu benar-benar prioritas. Sampai di rumah, aku dan adik sudah benar-benar lelah haha, sholat, makan malam, tapi masih semangat mendiskusikan beberapa hal. Salah satunya membuat perjanjian hitam di atas kertas. Apa-apa yg dia telah berjanji akan dilakukan semasa liburan, juga poin pertanggunjawabannya terhadap gadget yg telah diamanahkan untuk digunakan sebagaimana mestinya dan untuk support kebaikan. Bertanda tangan plus kolom diketahui oleh.., lantas dokumentasikan.

Quality time, moment buat bareng keluarga itu nggak sering, sadar deh. Jadi prioritas dan kualitas waktu juga perlu dipertimbangkan sangat, lakukan ini dengan benar dan biasakan secara sadar. Insya Allah menjadi nasehat yg baik buat diri sendiri dan masing-masing dari kita. Memperhatikan dan memberikan respon terhadap lingkungan adalah salah satu cara kita di dalam mencapai pemahaman. Bereksperimenlah, maka otak kita akan otomatis bekerja dan menganalisis. Renungkanlah maka kita akan sampai ke kedalaman hikmah. Sistem upgrade kapasitas yg diberikan cuma-cuma oleh Sang Pencipta hanya kepada manusia ulul albab.

Lewat tengah malam, aku baru cek hp dengan banyak panggilan terabaikan, sms, dan komplain seharian ini haha, maafkan. Aku sama sekali nggak menyesal melakukannya. Tapi kini hp mati suri, berharap sih besok sudah bangun lagi. Lumayan hening dari keributan yak 🙂

Well, selesailah tulisan ini. Selamat hari ibu buat semesta raya! buat yg akan maupun sedang 🙂

HARI IBUSalam bintang,

ada banyak aktivitas yg sudah menanti pagi!

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: