Celsius

https://soundcloud.com/widiah-endar/this-live-of-mine

Bagaimana rasanya?

Makan angin, sambil menggenggam erat tangan kawan disebelahmu, sky diving in Switzerland.

Bercermin pada kaca semesta, sangking dekatnya atap langit pada tempat kaki kau menjejak, Salt Flat-Bolivia.

Melinguk misteri palung terdalam di dunia,  22°26’3.65″U 146°12’11.39″T Mariana Trench National Wildlife Refuge.

Menyesap hawa basah sepanjang hari karena hujan yg tak kunjung henti, Cherrapunji-India.

Berbicara dengan gadis kecil yg sedang menggembala nun jauh di Lembah Wakhan, Asia Tengah.

Mengunjungi Dushanbe, bergabung bersama wajah-wajah cahaya, recitation The Holy Qur’an.

Atau menyapa penduduk  Samarkand, tempat jalur sutera bermula. Menyantap hidangan roti berpenutup sutera.

Menggenggam tangan bocah kecil, antusias untuk terus mendaki Otley Chevin Forest.

Barangkali menemukan lemari panas tempat penduduk Greenland menyimpan makanannya.

Berbaring menikmati musim panas pada lereng Himalaya, Valley of flowers.

Atau melangkahkan kaki menyibak sungai-sungai yg dilalui migrasi sekelompok ikan Salmon, British Columbia.

Duduk melepas lelah pada salah satu kursi dengan Allee’s effect di sepanjang jalan, Spanyol.

Berhenti memperhatikan para kodok migrasi melewati jembatan evakuasinya saat musim berganti, Jerman.

Menghirup oksigen pada ruang super lega, radius 4,086 flat, kampung halaman Flamingo merah jambu.

Membuat sketsa di pinggir danau, Kanada.

Melihat keunikan marka interpretasi terbaik di dunia, New Zealand.

Sementara membandingkan runcingnya es beku yg mirip stalagmit stalaktit di Indonesia, Pegunungan Andes.

Aapakah rocky mountain benar-benar berbatu dan sulit didaki?

Menggigit ice pada puncak-puncak Alpen.

Terlibat dalam aktivitas “panen” pada lahan pertanian Selandia Baru.

Mengunjungi daratan Asia yg menyimpan sejarah islam tertua, tempat bangsa Mongol bertolak dalam sarkasme dan kembali membangun peradaban mashur.

Menjelajah Amerika dan surprise karena menemukan penduduk asli menyapamu dengan bahasa Jawa.

Menikmati aroma tetesan air hujan di Sapporo-Hokkaido.

Berlayar dan memancing, atau terlibat dalam konservasi koral dan lahan basah. Snorkeling dan menyelam, menikmati sunrise dan sunset, menemukan jejak milky way atau sekedar mendeskripsikan rasi bintang. Lover the beautiful landscape and thing.

Kita semua akan memulainya dari mencintai Indonesia.

Mengecap surga di bumi. Surga sebelum surga, planet sebelum planet selanjutnya. Membuka diri dan bersiap menemukan keajaiban dunia, bersyukur dengan segala anugerah panca indera, peka, mendekatkan diri pada sari pati kehidupan seutuhnya. Pada ragam tempat yg kita datangi, skala tempratur yg turut menjadi saksi di tiap tarikan napas. Celsius.

lanjutan tulisan Ingin: The composer of life melody dan Sepenggal tanah surga (1)

“When Allah inspires your tongue to ask, know that He wants to give”.

Aku kira musisi ini seorang naturalis juga, hahaa 🙂

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: