Desire

Aku takut bila jantungku telah berhenti berdetak, tapi amanahku masih terhutang.

Maret 2015

Seorang iin mengatakan kalimat itu di akhir tahun kemarin, dan sekarang ia masih menasihati aku hari ini. Bahwa tidak ada hal yg paling kejam yg kau lakukan pada dirimu selain penundaan. Memberi makan pada waktu dengan porsi kewajiban yg selayaknya dikerjakan, menepati janji, membayar hak saudara, dan meninggalkan waktu bersama sesuatu yg berarti.

Waktu bukan sesuatu yg abstrak, menurutnya sih. Mesin waktu, ia berada pada jantungmu sendiri. Selama jantung itu masih berdetak, maka waktu masih bekerja untuk hidupmu. Itulah mengapa satuan waktu terkecil diukur dengan desir yg mengalir melewati kapiler darahmu, melewati pembuluh perifermu.

Dialah waktu yg kita sebut sebagai kehidupan. Yg tak seorang pun berani mengatakan jual beli untuk waktu dengan cara yg paling gamblang, jual beli kehidupan. Semua yg bekerja untuk mempermudah urusan hidupmu, kau membeli dari mereka kehidupan yg mereka miliki. Dan tidak ada harga yg pantas kau bayarkan selain kebaikan yg sempurna.

Ada lagi, ini masih soal waktu. Menimbang-nimbang pernyataan bahwa manusia terbaik adalah yg paling luas manfaatnya, setuju? Kalau hidup manusia terbaik ini dikonversikan ke dalam definisi waktu, maka ia si manusia terbaik ini sudah membayar mahal harga kehidupan yg diberikan untuknya. Harga waktu yg sangat mahal. Dikatakan demikian karena dengan waktu hidup yg singkat, ia mempu membagikan hal-hal yg baik bagi banyak manusia lainnya. Semisal contoh, Abu Hurairah, Soekarno, Andi Hakim Nasoetion, dan orang semisalnya. Harga waktunya sama dengan lama dikali banyaknya manusia yg membaca karya-karyanya. Harga waktu untuk kalkulasi waktu yg dibutuhkan bagi orang-orang memperbincangkan kebaikan-kebaikannya. Harga waktu yg sebanyak durasi telaah ilmu yg dilakukan oleh orang-orang sesudahnya. Kemudian kita sebut kehidupan ini dengan usia yg diberkahi. Harga waktu, harga kehidupan. Pertanyaan essai, berapa harga waktu 63 tahun Rasulullah saw?

Jawabannya mungkin besok, kalau sudah bertemu dengan pemberi syafaat pada sekalian umat manusia, ini.

Sekian tulisan singkat, menemani secangkir teh pagi.

-yg sudah kosong.

Pesan moral: katakan hal baik-baik pada dirimu, lepas masa yg telah lewat kau akan berterima kasih kembali padanya.

Terima kasih sudah “menjual” waktumu membaca ini 😀

Semoga ada manfaatnya

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: