Seperlunya

“Karena kita tak mampu melakukan SEMUA”

Ada batas makan, kenyang.

Ada batas kesenangan, uji.

Ada batas masalah, penyelesaian.

Ada batas mampu, tak berdaya.

Ada batas derita, mati.

Ada batas yg diberikan Allah untuk kita, usia.

Maka ambil seperlunya. Toh kita tak mampu memakan semua makanan yg kita sukai meskipun ingin. Nikmat Allah lebih banyak daripada yg mampu kita nikmati. Tidak selamanya kesenangan membuat kita berbahagia, ujian. Dan masalah, apapun yg Allah hadapkan kepada kita, selalu ada penyelesaiannya. Kemampuan? Ketidak berdayaan kita suatu saat melingkah menjegal. Selama itu mungkin kita akan mederita, tapi tenang saja. Selama kita masih hidup di bumi, sunnatullah pasti berlaku, roda kehidupan berputar selalu.

Ada batas yg Allah berikan, waktu. Ada batas kehidupan, habisnya usia. Ada batas yg membatasi SEMUAnya, mati.

Ambil seperlunya dari bumi untuk menghidupi kehidupan kita disini, dan ambil sebanyak-banyaknya untuk kehidupan kita nanti.

Maka lakukan SEMUA yg mampu kita lakukan, justru karena kita tidak akan pernah

bisa melakukan SEMUAnya.

“Doing right in the right way, and may Allah blessing us”

Iklan

One thought on “Seperlunya

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: