Novaya Zemlya: Karena aku cinta dia

Temanku yg baik hatinya pernah bilang, “Sungguh hidup ini sederhana saja, tapi banyak dari kita yg susah menyederhanakan hidup”

Salaam everyone šŸ™‚

Apa kabar harimu? salam jumpa di penghujung senja.

Novaya Zemlya, pernah dengar ini siapa?Ā hehe

Kali ini tulisan berbilang gado-gado karena nggak ada tema yg pasti ingin dituliskan, tapi semoga bisa dinikmati.

Dan ini cerita harian, kebiasaan aku untuk termenung-menung menatap peta dunia yg melekat anggun di dinding kamar, seakan selalu bilang, “hayo pergi kemana lagi kamu, besok?”

Kemana?

Lagi susah bener jawabnya, haha

Teringat-ingat dengan sahabat penelitian, si BivalviaĀ dua jenis, kerang darah (todai) dan kerang hijau. Kalau ada yg nanya kenapa temenanĀ denganĀ mereka berdua, ya karena emang mereka baik hati, menyimpan banyak potensi kebaikan, bermafaat jadi banyak yg suka, sederhana dan mudah hidupnya. Sayang, dengan segala sifat-sifat baik itu semua, bolehlah kita ingat bahwa dia diuji dengan segudang kebaikannya. Eh, bener nggak? hehe

Dia mampu hidup dimana saja, di perairan tercemar berat semisal Teluk Jakarta sekalipun. Kemampuannya memfilter partikel di lingkungannya membuatnya tetapĀ bertahan, dan hebatnya meski perairan tercemar logam berat, kerang mampu mengakumulasi logam-logam ini di tubuhnya tanpa sedikitpun keracunan. Bahkan dalam jumlah populasi yg besar, mereka mampu membersihkan polutan pada perairan. Ujiannya? Ya dia berada di forbidden area konsumsi.

Emang yg baik-baik selalu diuji dengan kebaikannya.

Komoditas kerang melimpah jumlahnya, mengingat luas maritim yg kita punya. Produksinya dikatakan terbanyak setelah ikan dan rumput laut (rujuk DJPB KKP RI). Dan lagi, hampir 48.500 ton kerang diproduksi Nusantara setiap tahunnya, ini hampir 26.000 ton atau setengahnya diproduksi dari DKI Jakarta. DKI Jakarta yg punya teluk paling tercemar se-Asia itu, apa se-dunia ya (koreksi-lah). Begini keren, Indonesia yg punya, keren? huh.

Toh apa guna mengeluh?

Masih kata teman aku yg baik hatinya, “apa guna keluhkan keterbatasan, kau harus jadi pemberontak yg cerdas, kreatif mengubah keterbatasan menjadi potensi berdayaguna”. Oh ya, sungguh bijak dia, dan mungkin benar? haha

Baik, kali ini aku sudah banyak omong. Bagaimana caranya?

Nah, disini tantangannya, adalah bagaimana menemukan cara yg efektif untuk melakukan depurasi. Apa itu depurasi?

Sejenis cara yg digunakan untuk memperlakukan kerang pasca-panen yg dapat membuat kandungan polutan di dalamnya menurun hingga batas aman dikonsumsi. Bisa? Tentu saja! Negara-negara maju telah berhasil melakukannya. Hanya saja kita punya masalah yg berbeda untuk diatasi. Itu dia, aset Indonesia-Perairan Teluk Jakarta šŸ™‚

Mudah-mudahan berhasil, aamiin.

Paling nggak, bagi penikmat seafood, besok kita bisa menikmati olahan kerang dengan perasaan damai, hoho

Dan Novaya Zemlya, kau boleh tahu kalau aku cinta negeriku..

Selesai.

Iklan

2 thoughts on “Novaya Zemlya: Karena aku cinta dia

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: