Tersesat

Berhati-hatilah terhadap lisanmu saat bersama manusia, dan terhadap pikiranmu saat sendiri.

Berat mana?

Sama saja.

Kadang merasa tersesat dengan apa yg diucapkan. Ambil waktu sejenak, diam dan pikirkan.

Sering kali tersesat dengan jauhnya pikiran. Maka tengoklah realita, dan hidup kembali menerima fakta yg ada.

Tapi pada dimensi berbeda hiduplah harapan dan cita-cita. Bungkus ia dengan do’a, hidupkan dengan semangat dan usaha. Allah selalu bersama prasangka hambaNya.

Tersesat?, menemukan arah 🙂 Menghela napas, melanjutkan langkah.

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: