Fir’aun naik ojek

Salaam everyone 🙂

Ini cerita singkat bab mati, usia, rezeki dan ketetapannya. Mari siap-siap Ramadhan 🙂

Apa gunanya mengingat mati?

Sering kali merasa aneh kalau berpikir tentang rencana masa depan, kita akan segera menjadi optimis dan mungkin beberapa juga pesimis. Sementara melafalkan insya Allah karena nggak bisa pastiin masih ada kesempatan melakukan sesuatu dan lagi masih cukup usia atau tidak, justru terdengar menakutkan. Takut mati? Padahal masa depan liang lahat mah udah pasti.

~Rezeki.
Well, ada banyak hal yg memang perlu kita siapkan-rencanakan untuk menjemput rezeki, dan yg terpenting dilakukan. Menyadari bahwa keinginan bersama usaha dan terus melangitkan do’a-do’a tanpa putus asa adalah bahasa sederhana dari tawakkal. Yang sebenernya nggak cukup sederhana karena dalam prosesnya masih butuh kombinasi kesabaran dan kesyukuran. Itu bagian yg harus kita lakukan, dan sungguh Maha Adil-nya Tuhan, karena bagian hasil nggak sekaligus dibebankan pada kita untuk dipikirkan. Bagian-Nya adalah mengatur rezeki. Usia itu rezeki, berikut kesehatan, kesempatan, kelapangan, dan semua yg menyertai ukuran hidup manusia, rezeki. Sudah ditetapkan.

~Menjemput ketetapan.
Yg kata seorang teman, “jangan lama-lama berada di atas angin, segera kita bersiap menjemput takdir berikutnya”. Kita selalu menjemput ketetapan meski suka atau tidak pada mulanya. Dan berharap menjadi rela pada akhirnya. Garansinya adalah Pencipta semesta raya selalu memberikan yg terbaik untuk ciptaanNya. Dia-lah pengatur kesempurnaan dan penegak keseimbangan alam semesta.

Well, tinggal merenungkan kalau Fir’aun emang nggak akan pernah naik ojek. Selain karena dia ditakdirkan sebagai raja, kaya raya. Di zamannya, harta apapun emang belum bisa membeli teknologi semewah motor sikil (sekalipun). Nah, semiskin apapun Fir’aun, dia masih mungkin akan naik onta. Itu contoh dari ketetapan. Wallahua’lam.

Sekian~

Catatan kaki:

Pekan ini ada 2 kali cucurak ramadhan, bareng temen-temen sains, dan anggota Lab Biologi Molekuler. Nah, yg bagian Fir’aun naik ojek dapet dari kelakar temen-temen sains, yg pas itu lagi ngomongin kabar kampus.

DSC_0178

Iklan

3 thoughts on “Fir’aun naik ojek

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: