Standing Minority: Hulu hilir sebuah riset (bagian 1)

“Tulislah skripsi dengan keresahan, resah karena memang inilah masalah. Tulis dengan tulus, agar sampai pada siapa yg butuh. Tulislah dengan tawa-air mata, agar mudah mengingatnya. Dan tulis bersama do’a-usaha, agar nasibnya tak berhenti hanya sebagai sitasi daftar pustaka”.

~Endar Widiah Ningrum

Salaam everyone 🙂

Tadinya mau post artikel (gaya bener), aslinya malah jadi tulisan narasi aja. Kali ini akan berbagi soal nasib sebuah skripsi, riset juga sorotannya. Ingin lempar cuap-cuap lebih tepatnya, supaya nggak kelebihan kalimat “efektif” di dalam text skripsi, aduh ngerti kan? haha

Well, ini bermula dari suatu kisah kepanitiaan Konverensi Inovasi Technopreneurship. Saat itu ada temen di kepengurusan miti mahasiswa yg perlu tambahan sdm. Maka jadilah aku berada di sana. Tugasnya ngapain? Nggak ngelakuin banyak sebenernya, seharian berada di stand pameran, ngewawancara banyak orang, dan dokumentasi. Seru juga sih, karena dari sini jadi lumayan ngerti gimana cara mereka, para inovator tersebut menemukan sebuah produk teknologi dengan ide yg aneh-aneh, heh.

Mulai dari yg males digigit nyamuk pas nonton bola, dan akhirnya menemukan perangkap nyamuk dbd dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Sampai pada idealisme ramah lingkungan yg menemukan bahan baku bangunan berbahan bekas batu bara, itu setara dengan bahan kualiatas A tapi ekonomis soal harga. Dua ini contoh, masih banyak sebenernya. Yg perlu digaris bawahi, mereka berhasil melakukan sebuah riset dengan total.

Kemudian setelah santap siang aku masuk ke ruang presentasi paralel. Kali ini tugasnya hanya merekam presentasi dan tanya jawab. Dr Sukendah namanya, disinilah inspirasi tentang hulu -hilir sebuah riset jadi tampak menarik. Diskusi bermula dari data yg dipaparkan, 60% dari riset yg didanai memiliki eliminator bernama kendala. Yg pada akhirnya hanya menghasilkan sekitar 3% implementasi kontinyu. Mubadzir? Yah bisa jadi. Asli menarik, diskusi berlanjut di luar forum.

Singkat cerita, dari hasil riset yg tiap tahunnya ditelurkan anak negeri, sebagian besar memang tidak dipublikasi. Dipublikasi pun pasti selalu dalam bentuk paper, konsumsi masyarakat ilmiah tentunya. Kita masih perlu bacaan ilmiah populer yg selalu siap update untuk masyarakat awam. Sehingga wacana yg berkembang untuk sharing teknologi di dalam menyiapkan mea untuk masyarakat, betul-betul jadi tampak nyata. Dukungan media yg jualannya hiburan, politik, dan kolom olahraga akan bisa dilakukan dengan menambah porsi update riset ini. Komersialisasi itu penting, agar hasil riset nggak hanya menjadi referensi anak cucu riset berikutnya.

bersambung,..

Bogor cerah,

Salaam

Iklan

One thought on “Standing Minority: Hulu hilir sebuah riset (bagian 1)

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: