Paskal: besaran untuk bahagia

Pagi merona, salam everyone 🙂

Well, pagi ini lagi coba post sesuatu. Kondisi terhimpit sepaskal di dalam kereta Bogor-Jakarta kota. Sementara aku khusyu bernapas di pojok gerbong, ibu paruh baya memulai prosa komunikasinya.

“Kemarin itu habis kumpul makan-makan, biasa aja sih bikinnya. Sayur, lalap sama sambel. Eh, pada doyan coba. Rasanya seneng banget ngeliatnya”

Jadi?, bahagia itu kalau masak dan yg makan pada doyan. #bahagia

[sebelumnya..]
Saat beli bacan di pinggir jalan.
Gadis kecil di samping aku, “Ibu, kue cucur harganya berapa?”
“dua rebu neng”-
“Ayah, aku mau satu yah”.
Bilang si ayah, “oke!” (sambil tersenyum)

Kalau senyum itu kiriman hati yg bahagia. Maka sang ayah baru saja bahagia karena berhasil memenuhi permintaan putri kecilnya. Kue cucur 2 ribu, #bahagia

[Kemarin sore..]
Lagi mampir makan bareng si adek. Adik manis ini bertanya pada kakaknya, “Mba, jadi kesini makan gara-gara aku pengen nih?”
Kakak, “eh, iya. emang apa lagi?”
Adik, “gara-gara aku nih jadinyaa”..
Kakak, “ya kan kalau kamu seneng, kita juga seneng, udah gitu aja haha”. #bahagia
Adik (harusnya terharu, -_-)

Sudah beberapa hari dalam minggu ini dilewati dengan remahan kemalasan. Pemalas emang, haha. Andai kemalasan ini memang passion, besok-besok harus dihargai dengan mahal. Harus! eh..

Nambah list #bahagia: malas yg dibayar.

“Temukan manis dalam hatimu, kelak kau temukan manis di semua hati”
~Rumi

Iklan

One thought on “Paskal: besaran untuk bahagia

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: