Pelajaran tentang setia

Tidak ada yg mampu mengikat cinta manusia terhadap dirinya. Meskipun kecenderungan itu datang karena sifat-sifat baik, eloknya rupa, atau bahkan dari akhlak yg tampak terpuji. Kecenderungan hati itu oleh takwa, dia yg menjadi penjaganya yg paling setia. Di luar itu, tinggalkan. Karena tiada berguna. Maka cukuplah, dan cukupkan dengan takwa.

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa” (QS. Az Zukhruf: 67)

*Jadi, apa itu takwa? 😀

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: