Ruang Dengar

Kesiapan, dia keberanian mengambil kesempatan dengan penuh perhitungan.”

Salaam everyone,

Kali ini tulisan singkat untuk meriahnya pembuka november. Tentang ruang dengar 🙂 >>>

Pagi pecah, di sebuah kamar kecil hangat, Oryza.

“Aduh adis, gimana iniii!??” panik, bingung

Yang ditanya gemas, “Kamu kalau pidato aja jago, haa!??”

“Sini ulangin lagi, ikutin kata-kata adis ya in!, catet ayo catet!”

Di depan mereka, tidak satu pun slide presentasi yg berhasil aku jelaskan dengan runut, aku gagap.

Kali ini latihan presentasi gagal sudah, aku berangkat ke kampus, ada jadwal seminar siang nanti.

Sampai di mushola miktek, “Yee, seminar siang ini! barakallah ya mba in” tiba-tiba dia datang dari arah belakang.

“Mba Qiii, huhu ini aku malah ngerasa nggak siap, banyak pertanyaan yg aku belum bisa jawab, ditambah tadi gagap latihan, tahulah aksen aku yg suka tuker-tuker predikat sama subjek” iin curhat.

Yang terima keluhan langsung ngomong “Nih ya mba in, kalau ngikutin perasaan siap, mau sekarang bilang nggak siap, atau jadwalnya minggu depan, pas minggu depan juga bakalan bilang nggak siap. Karna semakin banyak kita belajar, semakin banyak juga kita tahu ‘nggak tahu’nya kita itu. Ayolah, semangat! Sholat dulu”.

Well, selesai sholat langsung siap-siap, kali ini jauh lebih tenang.

Setelah dipikir-pikir, yg bikin pagi pecah tadi. Itu karena aku sama sekali nggak bisa dengar apa yg aku ucapkan, tidak tahu apa yg aku sampaikan. Bukan begitu seharusnya, ketika bicara tentu kamu harus mendengar. Mendengar dengan telinga pendengar untuk suara yg diucapkan. Begitu saja kan? Iya. Demikian pula dalam setiap interaksi, kita perlu hadir di ruang dengar. Jangan sampai tersesat di sudut-sudut persepsi.

Kenyataanya, semua berjalan dengan lancar. Kaleeem! hoho

Alhamdulillah ‘ala kulli syai’in 🙂 Well done, deadline proposal berikutnya menunggu.

   seminar iin hahaTerima kasih untuk Divisi Konsumsi (foto tengah) dan Dokumentasi, haha

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: