Medical check up

Sebetulnya pemeriksaan medis diperlukan tidak hanya setelah mengetahui gejala suatu penyakit, tapi terdorong oleh kesadaran sendiri untuk mengetahui status kesehatan. Umumnya medical check up (MCU) ini dilakukan minimal 6 bulan sampai 2 tahun sekali, namun jika terdapat kondisi tertentu, ya dapat dilakukan lebih sering. Pada dasarnya MCU dilakukan untuk mengetahui fisik berfungsi secara normal, yaitu:

  • Fisik (fungsi pengelihatan, pendengaran, tekanan darah, kondisi tubuh secara umum),
  • tes hematologi (ABO&Rh, besi, total sel darah),
  • tes diabetes mellitus (glukosa, haemoglobin A1C)
  • uji fungsi liver (SGOT, SGPT, alkaline phosphatase, gamma GT, bilirubin total, albumin, globulin, total protein)
  • status hepatitis (hep.A antibodi total, hep. B s antigen, heb. B s antibodi)
  • skrining arthritis (uric acid)
  • profil lipid (total kolestrol, HDL, LDL, triglycerides)
  • fungsi ginjal dan elektrolit (kreatin, urea, sodium, klorida, potasium)
  • metabolisme tulang (kalsium, phosphate)
  • fungsi tiroid (T4)
  • serologi (VDRL)
  • uji urin
  • pemeriksaan fases
  • fungsi jantung (resting ECG, treadmill stress test)
  • X-ray (dada)
  • fungsi paru-paru (vitalograph)
  • skrining osteoporosis (DEXA spin dan hip)
  • marker kanker (alpha-fetoprotein untuk liver, EBV untuk NPC, spesifik antigen prostat/PSA untuk laki-laki saja)
  • untuk wanita (pelvic, pap smear, breast, mammogram)

Kadang-kadang beberapa tempat pelayanan kesehatan menawarkan paket MCU yang disesuaikan dengan kebutuhan, seperti pre-marital medical check up (untuk yg merencanakan menikah), pre-pregnancy medical check up (saat merencanakan kehamilan) atau general medical check up (pemeriksaan kesehatan secara umum). Ayuhai, ini jadinya nggak cuma bayi dan balita aja dong yg perlu pemeriksaan rutin, haha.

Well, berikut aku daftar saja tujuan pemeriksaan medical check up dan sedikit deskripsinya:

Physical examination

Ini merupakan tes umum untuk mengetahui kondisi fisik. Dilakukan dengan wawancara oleh petugas medis atau pengisian kuesioner medis. Umumnya dilakukan pengecekan terhadap riwayat kesehatan (penyakit tertentu), pengukuran bobot, tinggi dan indeks massa tubuh, lalu tekanan darah, pemeriksaan fungsi mata dan warna, serta tes pendengaran.

Tes hematologi

Uji hematologi dilakukan untuk mengetahui golongan darah berdasarkan sistem ABO dan Rh, jumlah eritrosit, konsentrasi Hemogobin (Hb), jumlah sel leuklosit, trombosit, dan total sel darah (hematokrit). Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) adalah banyaknya banyaknya Hb rata-rata yg terdapat dalam eritrosit. Mean Corpuscular Volume (MCV) adalah volume rata-rata sebuah eritrosit. Keduanya, nilai MCH dan MCV ini diperlukan untuk memperkirakan jenis anemia tertentu. Gambaran Darah Tepi (GDT) digunakan untuk mendiagnosis kelainan darah melalui penyajian informasi morfologi sel eritrosit, leuklosit, trombosit dan distribusi sel-sel darah. Tes hematologi dapat diikuti dengan uji ferritin untuk mengetahui cadangan besi dalam tubuh. Biasanya diperlukan oleh orang dengan gejala anemia, wanita hamil yg secara fisiologis mengalami defisiensi zat besi, anak-anak, dan pasien transfusi darah rutin untuk mengetahui resiko penumpukan zat besi dalam tubuh. Pengujian ada tidaknya thalassemia dilakukan berdasarkan informasi dasar dari tes hematologi di atas.

Tes Diabetes mellitus (DM)

Tes ini untuk mengukur tingkat ikatan gula pada hemoglobin A1C di sepanjang umur sel darah merah (120 hari). Pada kondisi normal, A1C menunjukkan kadar hemoglobin terglikosilasi antara 4-6%. Semakin tinggi nilai A1C pada penderita DM menunjukkan potensi komplikasi.  Sementara itu, untuk mengetahui kadar glukosa darah dilakukan dengan puasa (12 jam) dan 2 jam setelah makan. Pemeriksaan Gula Darah Puasa (GDP) pada orang dewasa 70-110 mg/dl dan post prandial (2 jam setalah makan) <140 mg/dl menunjukkan kadar glukosa normal. Sementara hasil pengujian berulang apabila di atas normal, maka kemungkinan menderita DM. Perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan glukosa darah toleransi melalui pemberian oral 75 g gula setiap jam kemudian dilakukan pengukuran kembali.

Tes fungsi liver

Pemeriksaan terhadap fungsi liver ini meliputi Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT), Serum Glutamic Piruvic Transaminase (SGPT), Alkaline phospatase (ALP), Gamma Glutamyl Transferase (GGT), Bilirubin, Albumin, massa prothrombin (PT) dan International Normalized Ratio (INR). Intinya masing-masing uji ini digunakan untuk mengetahui apakah ada masalah terhadap fungsi hati, apakah ada inflamasi atau tidak. Nilai yang tinggi pada umumnya menunjukkan tanda terdapat gangguan fungsi hati.

Status hepatitis

Pengujian dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi virus hepatitis dan status kekebalan tubuh terhadap virus ini. Pengujian Hepatitis surface Antigen (HBsAg) dilakukan untuk mengetahui infeksi, apabila HBsAg menetap dalam darah>6 bulan. Infeksi HBsAg diikuti dengan meningkatnya SGOT dan SGPT di dalam darah. Sementara untuk mengetahui status kekebalan tubuh terhadap virus ini dengan adanya anti HBs yg menunjukkan terbentuknya imun setelah terinfeksi hepatitis. Keberadaan anti HBc menunjukkan penderita telah terinfeksi oleh virus HBV (Hepatitis tipe B) dan tidak boleh mendonorkan darahnya. Pengujian terhadap hepatitis ini sangat dianjurkan mengingat ada banyak sekali tipe hepatitis.

Skrining arthritis

Uric acid (Gout) dan Rheumatoid factor adalah uji yg dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit reumatik. Artritis gout atau asam urat adalah serangkaian peradangan sendi yang muncul berulang dan bersifat monoartikula (menyerang bagian sendi tertentu). Penyakit ini diduga disebabkan faktor genetik dan hormonal (gout primer) dan produksi asam urat yg meningkat akibat konsumsi purin yg berlebih (gout sekunder). Purin adalah salah satu senyawa basa organik penyusun asam nukleat dari kelompok asam amino, yaitu  unsur pembentuk protein. Kadar normal asam urat pada pria adalah 3,5-7 mg/dl dan 2,6-6 mg/dl pada wanita.

Profil lipid

Profil lipid diketahui dari pemeriksaan kolesterol total, High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida dan rasio total HDL. Kolesterol total kurang dari 200 mg/dl merupakan takaran kolesterol normal, artinya jumlah kolesterol HDL, LDL, dan trigliserida masih kurang dari 200 mg/dl. HDL adalah kolesterol baik yg memiliki fungsi membuang kolesterol jahat dalam darah, terhitung normal anatara 40-50 mg/dl serta antara 20-60 mg/dl. LDL disebut sebagai kolesterol berbahaya yg mampu meningkatkan resiko penyakit jantung apabila jumlahnya melebihi normal (100-129 mg/dl). Sementara trigliserida adalah suatu lemak yg terdapat pada berbagai organ tubuh, keberadaannya terbilang normal pada 150-199 mg/dl. Beberapa faktor yg dapat memicu trigliserida di dalam darah adalah kegemukan, konsumsi lemak yg berlebihan, gula dan alkohol.

Fungsi ginjal dan elektrolit

Tes ini dilakukan untuk mengukur fungsi ginjal dengan mengetahui nitrogen urea darah (blood urea nitrogen/BUN). BUN mengukur tingkat nitrogen darah, nitrogen sendiri adalah hasil buangan dari proses penyaingan pada ginjal yg dikeluarkan melalui air seni. Nilai BUN yg tinggi dapat menjadi diagnosa kegagalan proses penyaringan pada ginjal, konsumsi makanan berprotein tinggi, dehidrasi, atau gagal jantung. Kreatin merupakan hasil pencernaan protein, konsentrasi kreatin yg tinggi dalam darah menunjukkan masalah ginjal. Kreatin ini menjadi marker penanda untuk mengetahui langsung apakah ginjal berfungsi dengan baik atau tidak. Adapun pengukutan elektrolit dilakukan untuk mengetahui keseimbangan cairan di dalam tubuh. Natrium menunjukkan keseimbangan antara garam dan air, kalium berpengaruh terhadap organ jantung dan meningkat apabila terjadi gagal ginjal, muntah atau diare. Konsentrasi klorida mengikuti turun naiknya natrium (garam), sementara konsentrasi bikarbonat menunjukkan sistem buffer dalam darah dengan keasaaman normal.

Metabolisme tulang

Metabolisme tulang adalah perubahan struktur atau bentuk pada jaringan tulang akibat formasi dan resorbsi matriks tulang dalam proses pertumbuhan. Tes kepadatan massa tulang dilakukan untuk mengukur resiko osteoporosis (keropos tulang).

Fungsi tiroid

Dilakukan melalui tes darah untuk mengetahui apakah kelenjar tiroid berfungsi dengan normal atau tidak. Uji TSH dilakukan untuk mngetahui jumlah hormon T3 dan T4 di dalam darah.

Serologi

Rapid Plasma Reagin (RPR) Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) adalah uji untuk mengetahui ada tidaknya sifilis dan gonore. Kedua jenis penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak seks, atau dari ibu kepada janin yang dapat menyebabkan cacat bahkan kematian. RPR/VDRL digunakan untuk mengetahui adanya antibodi neotreponerma atau reagin.

source: google

Prinsip pengujian ini adalah reaksi penggumpalan (aglutinasi) antara atibodi dengan antigen yg menunjukkan bahwa terdapat antibodi untuk sifilis (gambar: strongly reactive). Beberapa pengujian lainnya juga menggunakan metode seperti ini (jadi taruh contoh gambarnya satu aja ya, hehe).

Uji urin

Bertujuan untuk mengetahui penyakit metabolik atau sistemik seperti kelainan ginjal atau saluran kemih melalui analisis kandungan mineral, gula/protein urin.

Fungsi jantung

Uji fungsi jantung dilakukan dengan tes pemberian beban (trademill), selain melalui pembacaan EKG (pemeriksaan rekaman listrik jantungg pada saat jantung istirahat). Trademill penting dilakukan karena dapat mengidentifikasi adanya iskemia (aliran darah yg tidak cukup) pada otot jantung, yg terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner akibat plak. Pada pasien dengan gangguan irama jantung, tes trademill dilakukan untuk mengetahui apakah keluhan yg dirasakan berhubungan dengan gangguan irama jantung atau tidak.

X-ray

Sering disebut dengan rontgen, prosedur umum yg dilakukan untuk mengetahui kerja sistem urin yg berkaitan dengan penyakit. Uji ini meliputi KUB (kidney, ureter dan bladder) termasuk juga rontgen bagian dada apabila terdapat diagnosa pneumonia, emphysema dll. Film yg dihasilkan menampilkan informasi organ dalam, pernapasan, node limfa dan pembuluh darah.

Tes fungsi paru-paru

Spirometri dan vitalograph adalah tes yg dilakukan untuk mengetahui seberapa baik kapasitas/fungsi paru-paru.

Marker kanker

Pendeteksian marker kanker dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat sel-sel kanker di dalam tubuh. CA 15.3 dan CA 27.29 digunakan untuk mengetahui keberadaan sel kanker ovarium/payudara. Carcinoembryonic antigen (CEA) penanda kanker usus besar, paru-paru dan hati. Circullating tumor cell untuk mengetahui sel kanker yg beredar di dalam darah. Berikutnya berkembang pula teknologi deteksi kanker dengan penggunaan medan listrik,  Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) yg berpotensi memangkas jalan perunutan sel kanker dengan menggunakan marker.

Check  up khusus wanita

Pengujian keberadaan sel kanker ini dilakukan secara fisik untuk bagian pelvic, pap smear, mammogram dan breast untuk deteksi kanker payudara. Beberapa dianjurkan dilakukan rutin setelah kontak seksual yg pertama dan seterusnya.

Uji tubercolosis

Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi tubercolosis. Umumnya dilakukan pada orang-orang yg berasal dari negara yg sedang berkembang dan menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan izin masuk ke negara selaktif tubercolosis semisal Eropa.

Uji Penyakit Menular Seksual (PMS)

Sebagian besar PMS ini termasuk sifilis, herpes, dan gonorhoe yg sitularkan melalui kontak seksual dan dapat menyebabkan terjadinya kecacatan pada janin. Deteksi dini salah satu gejala PMS penting dilakukan untuk merencanakan pengobatan.

Anti Rubella IgG, Anti-Toxoplasma IgG, Anti-CMV IgG

Dilakukan untuk mendeteksi infeksi dari Rubella, Toxoplasma dan Cytomegalovirus yg dapat menyebabkan keguguran, bayi prematur, dan kelainan pada janin.

Well, berikut tadi deskripsi singkat mengenai medical check up, beberapa paket MCU dimaksudkan untuk tujuan premarital yg biasanya berisi physical examination, tes hematologi, uji DM, uji PMS dan deteksi Rubella, Toxo serta Cytomegalovirus. Adapun paket MCU yg dipersiapkan untuk preconception atau pre-pregnancy umumnya sama seperti premarital hanya saja ditambah dengan riwayat kehamilan jika ada (obstetric history), rekaman siklus menstruasi (gynecological history) dan riwayat kesehatan. Sementara paket yg diperuntukkan sebagai MCU yg disesuaikan dengan kebutuhan juga ada, apakah untuk usia lanjut (osteoporosis test, profil lipid, tes DM diperlukan) atau untuk penderita penyakit tertentu. General MCU sendiri terkadang diberikan dalam bentuk paket yg disesuaikan untuk keperluan semisal Tes CPNS, kenaikan kepegawaian, bekerja atau studi ke luar negeri, serta pembuatan SIM. Adapula yg disusun berdasarkan ekonomis harga. Demikianlah, semoga manfaat.

Referensi: Dari berbagai sumber.

Salaam everyone 🙂

Jumpa lagi di kiriman tulisan kecapi Borneo. Kali ini habis obrolin tentang cek-cek kesehatan. Berawal dari hentakan ingatan di suatu pagi saat menjenguk ibu pemilik warung somay dekat Berlin (celah masuk ke kampus IPB). Siapa kira, pagi-pagi begitu aku bertemu dengan dosen Biologi, pembimbing akademik aku pula selama studi. Kami jumpa di warung somay tanpa sengaja, akhirnya sarapan bareng (dan akhirnya ditraktir ibu dosen ^_^). Lepas makan, kami masuk ke dalam rumah menengok kondisi ibu yg sakit tadi. Ada haru yg getir saat orang tua ini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kami. Sakit membuatkan alasan baginya untuk tetap tinggal di dalam kamar sepanjang hari, tanpa aktivitas, dan tentu penuh fokus terhadap kondisi sakit-nya tersebut. Sakit yg akan terasa sakit, setidaknya begitu yg aku bayangkan. Lalu di sepanjang jalan pulang, aku jadi kepikiran, akan seperti apa kondisi aku saat seusia ibu tadi ya? (usia beliau 56 tahun). Apa yg harus aku usahakan sekarang supaya di usia itu nanti, kesehatan aku tetap prima. Kalaulah sudah bukan vitalitas muda, setidaknya jiwaku tidak ikut lanjut usia. Dan terhadap beberapa keluhan kesehatan, aku dapat menyikapinya dengan bijak, tanpa kehilangan semangat hidup. Iya semangat hidup, ternyata berpengaruh besar terhadap kesehatan mental, terhadap produktivitas kita. Lain kali aku ceritakan saja apa ya, tentang bibi (adik ayah) yg begitu menginspirasi aku untuk menikmati setiap babak kehidupan dengan penuh semangat. Lain kali, mudah-mudahan jika Allah mengizinkan. Pada akhirnya, aku ingin mengakui bahwa sehat adalah nikmat (~) tak hingga yg Allah beri. Harus gunakan dengan sebaik-baiknya aktivitas. Selagi sehat, selama bisa, semasa muda, sebaik-baiknya dijaga.

Well done, jaga kesehatan dan semangat hidup ya! ^_^

Salam santun,

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: