Lunar eclipse

Assalamualaykum everyone! 😀

Apa kabar hidup? Bogor hujan lagi hari ini, semoga anak jalanan yg berteduh di sisi sebelah dalam stasiun, nggak diusir lagi sama si Om petugas jaga.  Terus anaknya nangis jingkar bingar, dan koran alasnya dimasukin ke tempat sampah, kasian atuh. Kemarin saat jemputin temen di stasiun Bogor, sempat menyaksikan adegan ala sinetron ini, oh ah. Tapi emang sinetron jiplakan hidup sih, bahkan mungkin saling pengaruh-mempengaruhi, tayangan yg merakyat: dari rakyat untuk rakyat lah, begini kah hidup di negara demokra-tisasi? hem.

Baru juga ngetik, udah dibuka sama komentar aja ya, hehe. Well, aku sebenernya cuma mau nge-pin highlight tentang Solar eclipse, hikmahnya aja tapi. Fotonya tak punya huhu, aku melakukan aktivitas lain yg sunggu berarti (menurutku) dari ikhwal nontonin panumbranya si-matahari. Ini buat insight-nya:

“Gerhana hari ini adalah satu dari banyak ayatullah. Bahwa ilmu yg kita punya, hanya alat yg bisa digunakan untuk menangkap tanda-tanda kekuasaanNya. Kekuasaan Tuhan jauh di atas rata-rata akal manusia. Saat Dia tunjukkan pada mata, kita menyebutnya sebagai fenomena. Saat kita terheran-heran karena tak mampu mencapainya dengan logika, keyakinan lah yg dituntun untuk merasakan kebenarannya. Ada yg ditunjukkan kebenaran lalu yakin, ada yg membuktikan dengan keilmuwan lantas meyakini, ada yg tidak dapat mencapai apa-apa dari samudra pengetahuannya lantas berserah diri juga. KekuasaanNya adalah bukti, bagi semua level keimanan untuk berserah diri.  Nah, kalau begitu dengan yakin aja kita udah cukup beriman toh? eh eh, siapa yg punya pikiran begini? Kalau begitu sih, kenapa juga Dia sebutkan “ulul albab” 16 kali dalam kitab suci? (banyaknyaa..) Iyalah, supaya kita jadi memperhatikan, bahwa orang-orang yg menggunakan akalnya untuk berpikir (ulul albab), lebih tajam sensornya terhadap ayatullah. Sehingga kemanapun menghadapkan wajah, pun duduk-berdiri-berbaring, berubah posisi saja selalu teringat terhadap tanda-tanda kekuasaanNya. Maka baiklah kita bersepakat bahwa ilmu itu penjaga, dia menjaga kita dalam dzikir terhadapNya, lalu harta itu dijaga, yg apabila tak hati-hati akan jatuhkan kita untuk terlena. Well, proven aku terhadap kalimat ‘ilmu yg baik adalah yg mengantarkanmu untuk semakin mengenal dan mendekat kepada Tuhanmu’. Sehingga gerhana hari ini meninggalkan bekas terhadap diriku untuk menyuruh diri sendiri kepada takwa.”  ~Kecapi Bumi

Lalu mengapa judul post di atas, “Lunar eclipse”, in?

Karena yg nulisnya sedang menunggu momen gerhana bulan di atas atap kosan, hadiah terkeren di Maret yg emang udah keren ini, terima kasih Tuhan 🙂

Kalau foto di atas, itu apa?

Lembah indah di Zurich, next eclips moga bisa dinikmati dari sana, mungkin bertahun-tahun yg akan datang, aamiin.

Bogor basah,

Sebasah rindu di dalam dada, hoho :p

Ps. Setelah intip-intip statistik postingan, judul tulisan ini paling banyak dikunjungi, heran juga kenapa. Mungkin blog aku adalah muara orang-orang yg merindu-dendam, aduh kasian. Atau mungkin yg cintanya masih sembunyi dalam diam? Adohai. Pesan aku, mari kunjungi blog Hamka Kereta Mayat, ada banyak hiburan disana, temaan.. 😀

>>>print(“no need compile code”)

Iklan

4 thoughts on “Lunar eclipse

Add yours

      1. Hehe iya, dulu kan waktu SD pernah ikut lomba astronomi2an gitu, jadi excited bgt tentang solar eclipse ini. Eh, pas dateng waktunya malah akunya enggak di Indo 😀

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: