Maraton: dari adzan ke adzan

Assalamuaaykum, iin ^_^
(lah kenapa iin aja, ini?)
Iya lah, karena emang buat iin. Dari iin di masa lalu, gampangnya bilang ini dari iin yg nulis jam 12.55 WIB untuk iin di masa depan (visioner amat??) hahaa
Gak apa-apa ya reader, suka-suka yg punya jari, ehehe.

Well, kali ini mau bilang terima kasih ke iin (di masa lalu), karena kamu telah mau berjuang sejauh ini untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Karena kamu mau menerima diri sendiri, dan apakah telah? Belum ternyata, ini proses yg belum berakhir. Ini proses mengenali diri sendiri, maka aku berterima kasih kamu (iin) telah mau melakukannya.

Maraton: dari adzan ke adzan.

Untuk judul di atas, begini, hidup kita dipenuhi berbagai macam peristiwa, ya kan? Dipertemukan dengan berbagai macam situasi, sulit atau mudah, benar kan? Dirasakan dengan ragam perasaan, oh tentu. Direnungkan dengan hati dan pikiran. Dan semoga dinikmati dengan takwa, dalam iman. Maka tulisan-tulisan ini sesungguhnya dibuat karena untuk mengikatkan kamu terhadap sesuatu. In anything, everything and nothing. Kamu sebenernya mengerti nggak, apa artinya, in?

Supaya kumpulan peristiwa tadi mengikat kamu kepada kebaikan. Saat ternyata di masa yg akan datang kamu melakukan kekeliruan, kamu bisa merentas kembali histori ini, bahwa kamu di masa lalu telah tumbuh sebaik ini. Atau di masa depan kamu telah menjadi sosok yg penuh dengan kemanfaatan, lalu kamu akan mengingat kembali, bahwa kamu juga tumbuh bersama kekeliruan dan kesalahan.

Agar bekal masa lalu tadi mengikatmu pada kebaikan juga mengikatmu pada kerendahan hati sehingga terus menjadi lebih baik lagi. Agar kamu dapat menikmati hidupmu dengan takwa, dalam iman. Lalu,  maraton dari adzan ke adzan, maksudnya adalah cara seorang muslim/ah mengisi waktu hidupnya. Sesuatu yg utama dipenuhi lebih dahulu, sementara keperluan lainnya diisi sebagai pelengkap di antara dua waktu tersebut. Supaya tidak kehilangan fokus hidup.

Well, demikianlah. Melalui tulisan ini aku ingin sampaikan. Jika ada orang yg perlu kamu ingatkan, sesering mungkin dan berulang kali. Maka itu adalah dirimu sendiri.

Nah, sampai disini, selamat melanjutkan hidup ^_^

Jangan jauh-jauh dari al-Qur’an. Semoga Allah dekatkan kita dengan orang-orang yg khusyu dalam rukuk dan sujudnya, yg mempusakai dua surga.

17 Maret 2016

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: