Essentialism: 15 Agenda Arti Tawakkal

Aku kisahkan padamu tentang Sierre dan Rhone, here we go:

Semua berkas lengkap, semua keperluan juga sudah di pack rapi. Sore itu Sierre menghabiskan sisa sore terakhirnya dengan secangkir coklat panas. Coklat terbaik di dunia dari negara elok rupa, Indonesia. Yang sayangnya tidak pernah diolah dan dia nikmati dari hilir produksi lokal, negaranya memang belum siap untuk ini. Ah ya, ironi memang. Kemana dia akan menuju kali ini, menampar idelismenya sebagai anak negeri. Mengapa negara yg tak pernah mengupas biji cokelat sama sekali, bisa menguasai market coklat dunia? Menjadikan petani coklat terbaik di negerinya pun, harus puas menyerahkan hasil produksi pada negara penadah ini. Lalu besok, paradoks kehidupan akan dimulai. Sierre, memang terlahir untuk mencintai negerinya, dalam nama yg tak biasa.

Rhone mengangkat panggilan masuk, ini sudah dua kali Jeremy menghubunginya. Mengatakan bahwa persiapan homestay-nya akan baik-baik saja. Tapi tidak begitu dengan apa yg dipikirkan Rhone. Dia harus mendapatkan lokasi terdekat dari kebun cokelat penduduk. Risetnya kali ini terhadap kualitas phenylatilamin kakau tak punya cukup waktu untuk memotong lama transportasi. Dia harus mendapatkan lokasi terdekat, meskipun itu berarti dia harus mendirikan camp dan lab daruratnya sendiri. Sejauh sampel-sampelnya akan aman, maka cukuplah. Dia harus bersabar menunggu kepastian Jeremy hari ini, 2 jam sebelum penerbangannya. Ah ya, negara berkembang itu tidak pernah memberikan cukup kepastian. Waktu tak punya harga disana, semoga perjudiannya kali ini tidak sia-sia.


Kisah di atas adalah contoh tentang rencana, kondisi ideal, pertimbangan, pengambilan keputusan, atau singkatnya semua yg berkenaan dengan mengorganisir keinginan dan realita. Aku kira para eksekutor telah memahami dengan baik ke arah mana pembicaraan ini nantinya. Dan ya, tulisan ini adalah semacam keluhan pribadi kalau begitu.

Karena beberapa hari terakhir aku begitu risih dengan kondisi diri sendiri. Pikiranku tidak cukup jernih mengeksplor fakta, mengeliminasi hal-hal yg kurang penting. Ujung-ujungnya aku mengakui, selain eksekutor yg payah aku pun harus rela disebut historis yg malas belajar dari sejarah. Keterlaluan jeleknya.

“Sometimes it’s better to be alone, than to be with the bad crowd”, kata Sami Yusuf. Jadi aku menyingkir dari crowd nya pikiran, persis seperti iin kecil yg melemparkan satu set puzzle lalu mengambil sepasang sepatu roda.

Rihlah. Kita selalu butuh aktivitas lain untuk memperbaiki produktifitas. Kali ini bentuknya perjalanan silaturrahim, tafakkur plus mempelajari keterampilan organisir dengan cara pemalas, “how to do less, but better”.

Maka 15 agenda tadi adalah model soal yg harus diselesaikan dengan efektif dan efisien. Bertemu 13 orang dalam daftar silaturrahim dan mengunjungi 2 tempat untuk tujuan tafakkur, kali ini masjid dan pasar. Limitnya tiga hari.

Latihan apa yg aku lakukan? Menulis Haiku Journal (format notes 5-7-5 suku kata), 5 suku kata di baris pertama, 7 suku kata pada baris kedua, dan 5 suku kata di baris ketiga. Haiku berasal dari pola puisi Jepang, fungsinya untuk membiasakan kita menulis kalimat yg bermakna lengkap dalam satu hari. Ini berguna untuk menjelajah apa yg kita pikirkan, apa yg menarik dan mengesankan. Aku senang, ini seperti mendapatkan larutan buffer buat mood untuk tetap kontinyu menulis.

Berikutnya latihan keterampilan dasar survival, seperti membuat keputusan praktis, eliminasi sebanyak mungkin gangguan, memandu pikiran untuk menentukan mana yg lebih berguna dilakukan, alih-alih melakukan semua hal yg tampaknya berguna. Menempatkan tidur sebagai prioritas, menemukan semua kesenangan pada apa yg aku lakukan, merayakan setiap progress, menghargai waktu yg terbatas. Yes No questions untuk setiap kesempatan penting. Tujuannya mengatur kembali pola otomatis dari karakter intuitif pemalas.

Lalu apa kabar nasib 15 agenda tadi? Mereka selesai dalam satu hari.

Urusan berjumpa adalah salah satu rezeki pertemuan dalam nikmat kesempatan. Ada 2 orang yg tidak berhasil ditemui, tapi diganti dengan 6 daftar baru. Tidak hanya mengunjungi Masjid Jogokariyan dan Pasar Bringharjo, aku pun beroleh kesempatan mengucapkan salam untuk dua kakek buyut di rumah peristirahatannya. Pun mencicipi aroma lempung sawah, belajar membuat culinary Jogja-Gudeg, mengejar bebek di pematang dan mampir ke kantor pos. Hadiah Tuhan Yang Maha Pemurah. Maka berniatlah, berusahalah, Dia bersama apa yg kita persangkakan, bahkan lebih menurut ukuran keberhasilah dalam batas petak-petak pikiran.

change

*Essentialism: Judul buku yg baru mau dibaca tapi belum punya.

Iklan

3 thoughts on “Essentialism: 15 Agenda Arti Tawakkal

Add yours

  1. Wahh…suka haiku juga Mb…toss lagi šŸ˜€
    Simpel tapi padat berisi…

    Postingannya bikin semangat bikin daftar list to do lagi setelah sekian lama hibernasi…makasih Mb ^^

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: