Ikhlas: Memurnikan ketaatan

Sebuah teknologi dibuat dengan begitu canggih untuk tujuan tertentu itu seanalog dengan diri kita. Kita akan berfungsi sebagaimana tujuannya jika memang mengerjakan perbuatan sesuai dengan protokol Sang Pemilik hayah.

Ini tentang memfungsikan kehidupan, mengulas balik protokol untuk tujuan optimalisasi.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yg demikian itu adalah agama yg lurus” QS Al Bayyinah: 5

Mengapa memurnikan ketaatan itu menjadi penting? Dan kita harus berlepas diri dari semua maksud hingga tersisa tujuan menjalankan agama untuk menyembahNya. Mengapa ini penting?

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaanlah yg dapat mencapainya” QS Al Hajj:37

Sebab takwa, kemurnian niat itulah yg menakar setiap perbuatan, adakah mampu mencapai keridhaanNya.

“Setiap perbuatan disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dengan apa yg diniatkannya…” HR Bukhari dan Muslim

Well, aku kira hadits ini telah menerangkan kerumitan dari logika matematis hingga menjadi lebih sederhana. Setidaknya orang-orang yg tidak mempelajari rumus apapun tetap mampu menyelesaikan pemahamannya. Tentu saja aku menduga demikian karena hakkul yakin bahwa ada korelasi antara variabel keimanan, kemurnian taat, perbuatan yg dikerjakan, dan ganjaran yg diberikan. Meskipun aku, sejauh ini tak mampu membuktikan, karena begitu terbatasnya ilmuku. Dan lagi, aku jelas tak punya akses apapun untuk mengetahui bagaimana suatu perbuatan itu diganjar dengan nilai sekian, diintegralkan hingga sekian dan sekian, dikurangi begini tersebab ini dan itu. Rahasia. Karena mungkin aku memang tak perlu tahu, toh ini bukan tugas hidupku. Maka cukuplah penjelasan mengenai cara membedakan yg baik dan benar itu untukku.

Lalu siapa yg mungkin mengetahuinya? Rakib dan Atid dari golongan malaikat. Masih dalam dugaanku, mereka tentu diajarkan tentang klaster perbuatan baik dan buruk manusia, dengan trilyunan diversitasnya. Kecuali puasa, yg aku tahu bahwa malikat tepat tidak mengetahui karena Allah merahasiakan ganjarannya, Dia yg langsung membalasnya.

Abdul Abbas Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib ra ia berkata, Rasulullah saw menjelaskan apa yg diterima dari Tuhannya, yaitu: “Sesungguhnya Allah swt sudah mencatat semua perbuatan baik dan buruk, kemudian Allah menerangkannya kepada para malaikat, mana perbuatan yg baik dan mana pula perbuatan jelek yg harus dicatat. Oleh karena itu, siapa saja yg bermaksud melakukan perbuatan baik, lalu tidak mengerjakannya, maka Allah mencatat maksud baik itu sebagai suatu amal baik yg sempurna. Jika orang itu bermaksud melakukan kebaikan, lalu mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisiNya sebagau sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, dan dilipatgandakannya lagi. Siapa saja yg bermaksud melakukan keburukan, lalu tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal baik yg sempurna. Apabila ia bermaksud melakukan keburukan kemudian mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan.” HR Bukhari dan Muslim.

Maka, Maha Besar Allah yg telah membebaskan kita dari ilmu yg tiada dapat digunakan, dari hidup tanpa pengamalannya.

Ilmu amaliyah, amal ilmiyah.

Melalui kunjungan aku sore ini kepada keluarga Alm Ust. Dawam dan Ustadzah Masfuroh, tersajilah padaku ulasan bab kemurnian taat. Semoga Allah berkahi putra dan putri keluarga ini sebagai orang-orang yg bersama kebenaran.

teladan.jpg

Iklan

One thought on “Ikhlas: Memurnikan ketaatan

Add yours

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: