Rayyan

Terminologi sistem yg amat beragam jika dibicarakan dengan berbagai sudut pandang. Namun masih sepadan dengan kata prosedur, tatanan atau mekanisme kerja. Dia, yg oleh Ilmu Sistem didefinisikan sebagai gugus elemen yg saling berkaitan dan terorganisir untuk mencapai suatu gugus tujuan.

Apa hal yg ingin dibicarakan disini?

Aktivis mahasiswa yg dikenal sangat terorganisir hasil didikan sistem mantap kampus bak diaspora ketika dilepaskan keluar. Ciri yg dikenal adalah idealisme kuat yg kadang multi-tafsir oleh pandangan lain sebagai prinsip keras kepala yg nggak mau diubah bagaimanapun keadaannya. Benar, kah?

Dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sekitarnya, ah ya juga bangsanya. Tuntutan terhadap pemerintah saat aksi dan lobi agar berpihak kepada common people (kepentingan rakyat). Lalu kondisi berganti lekas setelah lulus, dia dituntut dengan kebutuhan hidup dan disana lah dia, common people yg butuh diperjuangkan hidupnya. Dengan demikian strategi taktis yg dilakukan adalah mengecilkan fokus kepedulian, menarik range bangsa dan sekitarnya lalu beralih kepada definisi bangsa yg ada di dalam dirinya “saja” atau “dulu”. Pola ini menarik diamati karena mantan aktivis mahasiswa dalam kondisi ini kadang benar-benar puasa dalam aktivitasnya memperjuangkan common people.  Sebelum muncul kembali ke permukaan yg biasanya dalam rentang usia setengah matang. Survive? Tentu. Maka tulisan ini disusun berdasarkan kegalauan yg beberapa  hanya perlu dinikmati sendiri. Karena bagusnya demikian.

Well, kita menggunakan istilah pasca-kampus untuk menggambarkannya. Sampai hari ini aku belum temukan ramuan praktis untuk jawaban, “bagaimana menghadapi pasca-kampus, kak?”. Mau ditanyakan dengan model kalimat apa saja, ini hanya seperti pertanyaan terbuka yg boleh dijawab dengan apa saja. Salah satu contohnya, “Ya hadapi saja”. Kamu akan otomatis mempelajari life skill saat harus menghadapinya. Karena yg disebut pasca-kampus itu bukan kondisi yg dicetak selalu sama untuk masing-masing orang. Bukan suatu sistem mantap yg biasa kamu nikmati disana. Saat itulah kamu akan manarik ulur range fokus kepedulian, antara diri sendiri dengan skala yg lebih besar. Tetap sistematiskan rencana, karena kehilangan momen bisa menjadi suatu shock theraphy (pengalaman). Dan tetap sediakan kepedulian terhadap sekitar, meskipun tarik ulur luasan range itu diperlukan. Karena mengurusi hidup satu orang aktivis ya sama susah/mudah-nya mengurus hidup orang banyak. Setuju kan? hehehe

Kalau menengok cermin terkeren manusia, lingkungan sekitarnya. Rupa-rupa kondisi yg boleh membuatnya menjadi sekian dan demikian itu ditampilkan oleh lingkungannya, alam sekitar. Ambil hasil tafakkur seorang guru masyhur di tanah air, Salim A. Fillah saat berhenti mengamati hutan yg memasuki musim gugur di Adelaide. Katanya, “Betapa agung ciptaan Allah”. Lihatlah pepohonan ini, yg menyiapkan diri pada musim gugur untuk menghadapi puasa mereka nanti di musim dingin. Sedikit demi sedikit dikuranginya zat hijau daun; sedikit demi sedikit dibatasinya kegiatan memasak dan memakan. Maka ketika mereka menahan diri itu, Allah menampakkan keindahan. Maka ketika mereka mengurangi kegiatan duniawinya; kejelitaannya merona; dedaunannya berubah warna, menguning, memerah, membiru, mengungu. Atau bahkan ada yg daunnya gugur tak bersisa, hingga tampak kegagahan rantingnya.

Sumber: arkive.org

Agar mereka yg dulunya aktivis mahasiswa tidak menyerah dengan pergantian sistem (kondisi) yg ketara. Supaya idealisme yg kokoh didapatkan dari prinsip hidup yg baik tetap terjaga. Bukan dilecehkan oleh realita. Memang diperlukan berbagai adaptasi untuk bertahan dalam pergantian kondisi ini, yg hanya cocok diselesaikan oleh masing-masing pribadi. Sehingga prinsip yg lebih essensial hanya berganti baju oleh cara menempatkan sikap. Sekaligus ujian apakah prinsip tadi sudah benar-benar diperoleh. Atau sekedar tersemat emblem semudah panggilan aktivis mahasiswa diperuntukkan baginya.

Semoga demikian pula kita di dalam bulan ini, menyiapkan diri memasuki Ramadhan; semoga Allah memperindah kita, hingga layak memasuki sang bulan agung dengan iman yg menyala, puasa yg sempurna, qiyam yg syahdu dan sahaja, hingga diampuniNya segala dosa, dan di panggil Ar-Rayyan memasuki surga.

Untuk adikku, aktivis mahasiswa yg semangat tiada terkira, Qamal Taufikkurrahman, semoga barokah seminarnya hasil penelitiannya hari ini. Untuk Akar Rumput dan BEM Nitrogen 49, selamat meghadapi pasca-kampus yg sudah menghadang di depan mata. Dan untuk aktivis mahasiswa pada umumnya, semoga tulisan ini meninggalkan manfaat setelah berhasil membacanya hingga usai.

Sumber lain:

artikel sistem ekonomi kerakyatan dalam pembangunan nasional (dalam buku Pemikiran Guru Besar IPB)

artikel salimafillah.com (menjaga, menata, lalu bercahaya)

population dynamic and tropic interaction (university course explanation)

foto hp lama yg mendokumentasi sejarah dengan sempurna

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: