Walking Death (1)

“Aromanya aja udah surga, in”.. kata temen baik yg pas di chat baru pindah kerja. Ngobrolin kerjaan, well aku baru aja pindah ke distrik padatnya Banten, BSD City. Sepintas terdengar modern, sebelum pindah sempet googling-dan bahwa kotanya adem, bersih, jalannya pun lebar-lebar, mirip lah sama Balikpapan. Yg pas udah pindah, disadarin sama temen kerja, “in, BSD itu serpong kecamatannya”, 2 detik kemudian aku tertawa menyadari bahwa aku melupakan detail ini.

Satu rumah dari tempat aku tinggal sekarang, terdapat masjid- namanya Darul Islah, yg aku artikan sebagai “Pintu Perbaikan”, uuh masya Allah deh, semoga seorang iin segera berbaik diri. Well, ba’da subuh tadi yg seharusnya jadwal tausiyah aa Gym, dan sedang berhalangan jadi digantikan oleh tetangga yg lain. Walking Death versi 1-Isi tausiyahnya berkenaan dengan kehidupan dunia yg hanya sementara, katanya merujuk pada seorang ulama, Sufyan At-Tsauri “Bersedekahlah engkau karena kelak kau akan mati, atau tidak usah bersedekah engkau maka kau pun akan tetap mati”.

Apa hal yg ingin diceritakan?

Suatu hari di hari pertimbangan amal, ada lelaki zalim yg merengek minta Tuhan kembalikan dia ke bumi, supaya apa? Supaya diberi kesempatan mematuhi seruan Allah dan mengikuti rasul-rasulNya, “Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) adzab datang kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zhalim, “Ya Rabb kami, kembalikanlah kami meskipun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan-Mu dan mengikuti rasul-rasul”. [Ibrahim: 44]

Lalu ada lagi yg minta supaya ditangguhkan kematian agar ia dapat bersedekah, “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh” [al-Munafiqun:10]

Orang-orang ini menyesal karena tidak menyempatkan diri berbuat amal shalih. Tapi ternyata ada lagi yg lebih menyesal. Siapa? Mereka adalah orang-orang yg telah diberikan kenikmatan berbuat baik tapi lalu menyesal telah berbuat demikian, duh. “Kemudian sungguh akan kami datangi mereka (bani Adam) dari arah depan, arah belakang, samping kanan dan samping kiri mereka, sehingga tidak akan Kau dapati kebanyakan di antara mereka yang bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 17)

Dan ini dikisahkan dalam sebuah surah dalam Al-Qur’an, oleh Al-A’raf yg artinya tempat yg tertinggi. Al-A’raf adalah sebuah tempat di antara surga dan neraka. Tempat bagi orang-orang yg belum masuk ke surga dan juga belum pula termasuk ke dalam neraka. Nun jauh di masa depan (di hari pembalasan), orang-orang yg berada di Al-A’raf ini menyeru kepada orang-orang yg mereka kenal dengan tanda-tandanya sambil berkata, “Harta yg kamu kumpulkan dan apa yg kamu sombongkan, (ternyata) tidak ada manfaatnya buat kamu (Al-A’raf:48).

Poin penting yg berhasil dikumpulkan dari tausiyah ini, 1) Menjawab panggilan Allah dan rasulNya, 2) Sempetin bersedekah, 3) Hati-hati dengan kalimat kufur nikmat, padahal baru melakukan kebaikan, 4) Kita semua sedang berjalan ke arah kematian, review lagi perkara duniawi yg lebih sering dipusingkan, perlu nggak tuh?

Meng-iyakan kalimat pembuka di awal, “Aromanya aja udah surga, in”, maka carilah aroma-aroma surga dari aktivitas harian kita, dari kerjaan, pun hobi, tetangga, agar tak penat dengan perkara dunia. Karena semestinya, mengingat urusan-urusan di akhirat itu meluaskan pikiran dan mengecilkan beban di bumi.

Demikianlah, walking death versi 1.

Salam santun dan keep istiqomah.

Iklan

your comment here ..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: